POJOKSATU.id, JAKARTA— Sosok Kapolda Papua Tengah Brigjen Alfred Papare yang merupakan putra asli Papua ternyata merupakan cucu Pahlawan Nasional Silas Papare.

Sosok Brigjen Alfred yang masih berusia 50 tahun ini merupakan kelahiran Serui Papua, 6 April 1974 lalu. Brigjen Alfred lama bertugas di Papua atau sejak tahun 2006 lalu.

Putra Papua ini tamatan Akademi Kepolisian atau Akpol tahun 1995.

Alfred berpengalaman dalam bidang intel. Jabatan terakhir jenderal bintang satu ini adalah Wakapolda Papua Barat sebelum diangkat jadi Kapolda Papua Tengah.

Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Irjen Dedi Prasetyo mengatakan pengukuhan Kapolda Papua Tengah dan Kapolda Papua Barat Daya, merupakan tindak lanjut dari rencana pembentukan Polda Papua Tengah dan Papua Barat Daya.

Baca Juga: Komjen Ahmad Dofiri Lulusan Terbaik Akpol 1989 Jadi Wakapolri, Berperan Penting di Kasus Ferdy Sambo

Langkah ini bertujuan mewujudkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang lebih optimal.

"Pengukuhan Kapolda Papua Tengah dan Papua Barat Daya dalam rangka mewujudkan harkamtibmas dan terus meningkatkan perlindungan, pengayoman, pelayanan kepolisian di dua DOB (daerah otonomi baru) tersebut," kata Irjen Dedi kepada wartawan, Rabu (13/11/2024).

Polri mengangkat dua kapolda baru dalam rangka pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) di Papua, yakni Kapolda Papua Tengah dan Kapolda Papua Barat Daya.

Posisi Kapolda Papua Tengah diisi oleh Brigjen Pol Alfred Papare yang sebelumnya Brigjen Alfred menjabat sebagai Wakapolda Papua Barat.

Kemudian, posisi Kapolda Papua Barat Daya diisi oleh Brigjen Pol Gatot Haribowo yang sebelumnya menjabat sebagai Danpas Brimob III Korbrimob Polri.

Baca Juga: UI Tangguhkan KELULUSAN Bahlil Lahadalia, Dewan Guru Besar Segera Sidang Etik POTENSI PELANGGARAN Bimbingan di Program Doktor SKSG

Selain kapolda, kapolri juga menunjuk empat wakapolda baru, yaitu Wakapolda Kalimantan Selatan, Wakapolda Kalimantan Utara, Wakapolda Sulawesi Tenggara, dan Wakapolda Papua Barat.

Pahlawan Nasional Silas Papare

Silas Papare adalah pahlawan nasional Indonesia yang lahir di Serui, Papua, 18 Desember 1918.

Dia dikenal sebagai tokoh penting dalam perjuangan penyatuan Irian Jaya (Papua) ke dalam Republik Indonesia.

Namanya diabadikan menjadi salah satu Kapal Perang Korvet kelas Parchim TNI AL KRI Silas Papare dengan nomor lambung 386.

Namanya juga diabadikan menjadi nama Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara di Sentani, Jayapura menjadi Lanud Silas Papare Jayapura.

Baca Juga: Tambah Personel di Debat Ketiga Pilgub Sumut 2024, Begini Skema yang Dijalankan Polda

Dia mendirikan Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII) pada November 1946. Pada tahun 1949, jumlah anggota PKII terus meningkat hingga mencapai 4.000 orang, walau PKII dinyatakan ilegal oleh Belanda dan bergerak secara diam-diam.

Pada bulan Oktober 1949 di Yogyakarta, ia mendirikan Badan Perjuangan Irian di Yogyakarta dalam rangka membantu pemerintah Republik Indonesia untuk memasukkan wilayah Irian Barat ke dalam wilayah RI.

Silas Papare yang ketika itu aktif dalam Front Nasional Pembebasan Irian Barat (FNPIB) dan juga ikut dalam Konferensi Cibogo, Bogor yang dilaksanakan pada tanggal 13-15 April 1961 oleh pemuda-pemuda Papua yang kabur dari Nugini Belanda untuk upaya pembebasan Irian Barat.

Ia juga diminta oleh Presiden Soekarno menjadi delegasi Indonesia dalam Perjanjian New York bersama kawannya yang lain.

Perjanjian tersebut ditandatangani pada 15 Agustus 1962, yang mengakhiri konfrontasi Indonesia dengan Belanda perihal Irian Barat. Setelah penyatuan Irian Barat, ia kemudian diangkat menjadi anggota MPRS.

Dia diangkat menjadi Pahlawan Nasional pada tanggal 14 September 1993 dengan Keppres No.77/TK/1993.***