POJOKSATU.id, JAKARTA— Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menyebut salah satu penyebab orang Indonesia jadi miskin karena pakai air galon, air kemasan dan semacamnya.
Selain mengkonsumsi air, Mantan Menteri Bappenas ini juga menyebut turunnya ekonomi kelas menengah di Indonesia karena pandemi Covid-19 dan banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK).
Mantan Menteri Riset dan Teknologi ini mengatakan, tekanan ekonomi warga kelas menengah muncul akibat kebiasaan sehari-hari minum air kemasan, menggunakan air galon dan segala macamnya.
"Selama ini secara tidak sadar itu sudah menggerus income kita secara lumayan dengan style kita yang mengandalkan semua kepada air galon, air botol dan segala macamnya," kata Bambang di kantor Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Jakarta, Jumat (30/8/2024).
Baca Juga: Pertalite Masih Tersedia di 7.516 SPBU, Ini Kata Pertamina
Menurut Bambang, kebiasaan mengkonsumsi air dalam kemasan, air galon, tidak terjadi di semua negara.
Di negara maju, warga kelas menengah terbiasa menenggak air minum yang disediakan pemerintah di tempat-tempat umum.
Dengan adanya fasilitas air minum massal itu, masyarakat negara maju tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli minuman.
"Daya beli kelas menengahnya aman karena untuk air pun mereka tidak perlu mengeluarkan uang terlalu banyak," katanya.
Baca Juga: Sesal Anies Tak Ikut Pilkada Jakarta, Malah Diminta Jadi Timses Pramono Anung, Ini Jawabannya
Menurut Bambang, penyebab ekonomi kelas menengah tumbang sebenarnya variatif. Namun dari data 2019 ke 2023, penyebab pertamanya adalah Covid-19.
Bambang menduga faktor utama tumbangnya kelas menengah RI adalah pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2019.
Selama Covid-19, banyak kelas menengah kehilangan pekerjaan. Sementara sebagian lainnya, mengalami kebangkrutan bisnis.
Sementara Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di kantornya mengenai kondisi kelas menengah RI, Jumat (30/8/2024) mengatakan, dibutuhkan analisis lebih jauh mengenai besaran porsi pengeluaran untuk makanan di kelas menengah terkait air galon jadi salah satu penyebab jadi miskin.
Baca Juga: Mahasiswa KKN Kelompok 17 UIKA Sukses Melaksanakan Seminar Edukasi Tentang Bahaya Listrik
"BPS tentunya harus melihat data konkretnya komoditas apa yang sebenarnya memberikan kontribusi terbesar dari kelompok pengeluaran makanan," katanya.
Amalia menyebut konsumsi makanan memang menjadi pengeluaran terbesar untuk kelas menengah maupun calon kelas menengah (AMC).
Dia mengatakan proporsi pengeluaran untuk makanan ini mencapai 40% lebih dari total pengeluaran tiap bulan.
"Tadi sekitar 41 koma sekian dari proporsi pengeluaran kelas menengah," kata dia.***




