POJOKSATU.id, JAKARTA— Mantan Kabareskrim Polri periode 2008-2009, Komjen (Purn) Susno Duadji, memberikan analisa mengenai penyebab meninggalnya Diplomat Kemlu Arya Daru (39).
Hinggi kini, teka teki penyebab meninggalnya pegawai Kemlu alumni UGM ini belum diketahui. Susno memberi analisa sisa sampah yang dibuang Arya di malam kejadian bisa menjadi petunjuk.
Menurut mantan Kapolda Jabar ini, sisa sampah itu bisa diulik-ulik oleh penyidik, apakah mengandung sesuatu.
“Ketemu apa? Bisa ketemu makanan yang beracun, bisa ketemu obat yang diminum. Mungkin si korban ini menderita suatu penyakit, dia minum obat sudah habis,” kata Susno.
“Nah, ini bisa dibaca obat apa, kemudian diminumnya overdosis apa tidak. Ini akan dicocokkan nanti dengan hasil visum," jelas Susno Duadji lagi.
Dia pun meminta penyidik menyita sisa sampah yang dibuang Arya Daru pada malam kejadian atau Senin malam (7/7) atau pada Selasa pagi (8/7).
"Di sampah bisa ketemu makanan beracun, obat yang diminum, mungkin korban menderita suatu penyakit. Dicek obat apa, sesuai resep dokter atau tidak, kemudian over dosis atau tidak,” katanya.
“Ini akan dicocokkan dengan visum dalam," bebernya lagi.
Dari visum dalam, kata Susno Duadji, bisa terungkap apakah berbagai kemungkinan yang bisa jadi penyebab kematian.
Baca Juga: Fakta-fakta Pemeriksaan Pejabat Madina Seminggu Digarap KPK di Medan, Mulai Honorer hingga Kajari
"Misalnya Daru menenggak obat, minum racun, atau over dosis," ucap Susno.
"Bisa saja korban ini pasang sendiri, kenapa dia pasang, kemungkinan juga bisa supaya bunuh diri atau apa, itu akan menjawab, sampah pun bisa menjawab kok, otopsi juga bisa menjawab," tambahnya.
"Bisa jadi, nanti hasil otopsi bisa menjawab. Misal ada obat yang dimakan, kalau iya berarti kecelakaan, over dosis," tegasnya di salah satu acara tv nasional Metro TV yang dipandu Hotman Paris.
Sementara ahli digital forensik, Abimanyu Wachjoewidajat juga memberikan analisa mengenai kasus Arya Daru ini.
Baca Juga: Tantangan Guru Madrasah: Harus Melek Teknologi dan Mampu Ciptakan Perangkat Ajar Digital Mandiri
Abimanyu menduga ada tamu yang datang ke kamar kos Arya Daru Senin malam (7/7).
"Siapa pun yang seliweran di situ seharusnya kelihatan. Kalau ada pihak kedua coba membunuh, berarti ada orang yang sudah masuk duluan," kata Abimanyu di Catatan Demokrasi TvOne Jakarta yang tayang Kamis malam (18/7/2025).
Abimanyu pun menyampaikan spekulasi, bahwa orang yang masuk ke kamar kos Arya Daru ini kemungkinan sudah dikenal oleh korban.
"Si korban menyusul pulang malam, berarti si pelaku sudah ada di dalam dari kejadian ini," terkanya.
Dia pun menganalisa dua rekaman CCTV yakni ketika Arya Daru membuang sampah kantongan plastik dan ketika penjaga kos bolak-balik di depan kamar korban pada malam kejadian dan pada Selasa pagi.
Menurutnya ada perbedaan ketika Arya Daru melintas dan ketika penjaga kos bolak-balik di depan kamar Arya Daru.
Terkait blind spot, Abimanyu menegaskan rekaman CCTV sudah terlihat jelas jika ada pihak yang masuk ke kamar kos.
Hanya saja, ia memprediksi rekaman yang merebak di media sosial sudah dalam kondisi terpotong ketika ada pihak lain masuk ke kamar indekos milik Arya Daru Pangayunan.***




