POJOKSATU.ID – Baru-baru ini publik tengah dihebohkan dengan kasus mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) Devitasari Anugraeni (22).
Sebab, Devitasari Anugraeni baru saja dinyatakan telah meninggal dunia usai melakukan tindak asusila.
Yang mana, mahasiswi UNS tersebut berakhir tewas tidak lama setelah bunuh diri di Jembatan Jurug, Solo, Jawa Tengah.
Baca Juga: UMKM Binaan BRI Ini Buktikan Bisa Tembus Pasar Internasional Berkat Produk Kuliner Bebek Ungkep
Berdasarkan informasi dihimpun, Devitasari Anugraeni yang nekat melakukan aksi itu ternyata sempat jalani konseling kejiwaan.
Sebagaimana dilansir Pojoksatu.di dari portal media radarsolo.jawapos.com pada Kamis (3/7/2025).
Dalam artikelnya, mahasiswi UNS tersebut dikonfirmasi menjalani konseling kejiwaan selama 6 bulan.
“Devitasari menjadi klien Subdirektorat Layanan Konseling Mahasiswa UNS sejak Januari 2025,” jelas dikutip dalam laporan.
“Dia juga sudah direkomendasikan untuk ke psikiater, dan terus mendapat pendampingan sampai dengan sebelum nekat mengakhiri hidup,” lanjutnya.
Diketahui, insiden tragis ini mencuat usai seorang driver ojek online (ojol) melihat Devitasari tengah berdiri di atas Jembatan Jurug pada Selasa (1/7/2025).
Saat itu, sang driver ojol disinyalir sedang mengantarkan pelanggan yang melintasi jalur tempat berdirinya korban.
Melihat hal tersebut, driver ojol itu sontak berteriak kepada Devitasari agar tidak melakukan aksi nekatnya.
Namun, upaya yang dilakukan sang driver ojol selaku saksi mata ini justru tidak diindahkan oleh korban.
Baca Juga: Pasca Pengerusakan Villa Usai Pembubaran Paksa Acara Retret, Kapolres Sukabumi Pastikan Kondisi Aman
Yang mana, mahasiswi UNS itu langsung melakukan aksi nekatnya dengan melompat dari Jembatan Jurug ke bawah sungai.
“Ini tadi saya melintas Jembatan Jurug pas memboncengkan kustomer, itu di depan saya katakannya 10 meter,” jelasnya.
“Ada perempuan berdiri di besi jembatan langsung lompat. Saya teriak enggak nutut,” lanjut sang driver ojol.
Baca Juga: Siap Hadapi Tahun Ajaran Baru: Download RPP Modul Pembelajaran untuk SD Kelas 1
Alhasil, Devitasari yang nekat melakukan aksi lompat itu berakhir dinyatakan telah meninggal dunia.
Yang mana, jasadnya ditemukan setelah satu hari pasca kejadian lantaran sempat terseret arus sungai. ***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Versi Android
Versid iOS
Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov



