POJOKSATU.ID – Kasus Resmareta (23) mahasiswi Universitas Bengkulu belum lama ini ramai disorot publik.

Seperti diketahui, Resmareta ditemukan tewas mengenaskan saat tengah berada di dalam rumah seorang diri.

Yang mana, mahasiswi Universitas Bengkulu ini diduga dibunuh Orang Tidak Dikenal (OTK) dengan cara ditikam menggunakan senjata tajam (sajam).

Baca Juga: Terbaru Kerusakan Parah Banyak Terlihat di Tel Aviv, Iran Rudal Pangkalan Udara Israel di Nevatim

Tidak heran, kasus ini sontak memicu amarah orang tua Resmareta melihat anaknya berakhir meninggal dunia.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Info Kriminal Linggau pada Sabtu (14/6/2025).

Dalam unggahannya, Eli (48) selaku orang tua korban turut menanggapi kematian putri kesayangannya.

Baca Juga: Buntut Kasus Mahasiswi Universitas Bengkulu Resmareta Ditemukan Tewas di Dalam Rumah: Pelaku Diduga Orang Terdekat Korban

Eli menuturkan bahwa pelaku yang menyebabkan anaknya tewas ini tidak pantas disebut sebagai manusia.

“Anak saya (Resmareta) diperlakukan seperti itu, bukan manusia ini pelakunya. Sudah binatang!,” teriaknya di rumah duka.

Tidak hanya Eli selaku ibu korban, Munggil (52) ayah dari Resmareta juga menanggapi kasus tersebut.

Baca Juga: Mengejutkan, Terkenal Harmonis, Chikit Meidy Ungkap Suaminya Hobi Main Judi Online dan Membobol Rekening Istri hingga Ketahuan Selingkuh

Munggil menuturkan bahwa dirinya menuntut keras agar pelaku dikenakan hukuman setimpal atas perbuatannya.

Tidak segan-segan, ayah kandung Resmareta ini juga mengungkapkan hukuman yang diinginkannya kepada pelaku.

Yang mana, dirinya meminta pelaku bengis tersebut agar pihak aparat penegak hukum memberlakukan hukuman mati.

Baca Juga: Sosok Resmareta, Mahasiswi Universitas Bengkulu Ditemukan Tewas di Dalam Rumah Sempat Minta Tolong

Sebab, korban diketahui meninggal dunia usai mendapatkan luka sajam sebanyak belasan kali di tubuhnya.

“Hitungan kami ada 13 luka tusuk, ini sudah gak normal pelakunya,” tambahnya usai sang istri memberikan penjelasan.

“Kami minta pelakunya bisa ditangkap. Kemudian dihukum dengan berat. Kalau bisa dihukum mati. Pelaku ini sangat sadis dan kejam,” lanjutnya. ***