POJOKSATU.id, JAKARTA— Lukman Dolok Saribu ternyata baru 2 minggu berada di kampung halamannya di Toba Sumut. Selama 5 tahun ini Lukman kerja nyopir di Papua Barat.
Menurut Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi, Lukman Dolok Saribu baru pulang kampung ke Kabupaten Toba sekitar dua minggu lalu.
Selama lima tahun ini, Lukman Dolok Saribu menetap di Kota Sorong, Papua Barat, dan bekerja sebagai sopir di sana.
Lukman aslinya berasal dari Toba dan di Kota Sorong merupakan lokasi perantauan dan bekerja sebagai sopir truk selama 5 tahun di sana.
Baca Juga: Ini Biodata Lukman Dolok Saribu Si Penghina Islam dan Nabi Muhammad SAW yang Berasal dari Toba
“Sudah 2 Minggu kembali ke kampung halamannya,"kata Kapolda Sumut, Senin (27/11/2023) saat konferensi pers.
Ketika di Kabupaten Toba inilah dia membuat konten ujaran kebencian dan penistaan agama di sebuah kedai tuak di Lumban Nabolon, Desa Dolok Saribu, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba.
Pembuatan video ini dilakukannya pada Sabtu 25 November lalu sekira pukul 10.00 WIB.
Lalu, 15 menit kemudian ia mengunggahnya melalui aplikasi snack video.
Polisi telah memeriksa lima saksi baik pelapor dan saksi ahli. Barang bukti handphone dan akun media sosial milik tersangka juga disita.
Baca Juga: Terungkap Lokasi Lukman Doloksaribu Bikin Video Ujaran Kebencian, Anda Pasti tak Menyangka
Penyidik juga sudah memeriksa urine tersangka, namun hasilnya negatif narkoba.
"Yang bersangkutan sudah kita tes urine terkait apakah dia menggunakan narkoba tetapi hasilnya negatif," jelasnya.
Dalam kasus ini, Polda Sumut telah menahan Lukman Dolok Saribu dan menetapkannya sebagai tersangka kasus ujaran kebencian melalui media sosial.
Polda Sumut telah mengambilalih penyidikan kasus ujaran kebencian terhadap Islam, Nabi Muhammad SAW dan Indonesia ini.
“Statusnya sudah tersangka dan dilakukan penahanan,” kata Kapolda Sumut.
Sebelumnya, beredar di media sosial sebuah video pria bernama Lukman Dolok Saribu membuat konten ujaran kebencian yang menghina Islam, Nabi Muhammad SAW dan Indonesia.***




