POJOKSATU.ID - Pemerintah pusat bergerak cepat merespons dampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengirimkan bantuan berupa 1.000 unit generator set (genset) dan 3.000 unit kompor gas untuk membantu warga terdampak yang hingga kini masih mengalami gangguan listrik.
Bantuan tersebut dikirimkan ke 224 desa yang tersebar di 10 kabupaten di Aceh.
Baca Juga: KDM Datang Pakai Sandal Jepit! Gubernur Jabar Sidak dan Siap Bongkar Biang Banjir Cirebon
Seluruh desa tersebut diketahui belum kembali teraliri listrik akibat jaringan distribusi tegangan rendah yang belum dapat difungsikan secara optimal pascabanjir.
“Hari ini kami memberangkatkan 1.000 unit genset. Ini atas arahan langsung Bapak Presiden,” ujar Bahlil, dikutip pojoksatu.id dari idx_channel (28/12/2025).
Menurut Bahlil, secara sistem kelistrikan utama, Aceh sebenarnya tidak mengalami gangguan serius.
Baca Juga: Rakercab, Partai Demokrat Dorong Penguatan Hingga Anak Ranting
Jaringan tegangan tinggi sudah terhubung dengan sistem backbone Sumatera, termasuk pasokan dari wilayah Arun, Bireuen, hingga Nagan Raya.
“Kalau untuk tegangan tinggi, secara sistem sudah terhubung. Tidak ada masalah besar di sana,” jelasnya.
Namun, persoalan utama justru terjadi pada jaringan distribusi tegangan rendah.
Baca Juga: Dosen UIM Viral Ludahi Kasir Swalayan Buka Suara, Klaim Tak Serobot Antrian, Hanya Pindah Tempat
Banyak wilayah yang hingga kini belum bisa dijangkau oleh petugas karena kondisi infrastruktur yang rusak dan genangan air yang masih tinggi di sejumlah titik.
“Kita tahu kondisi lapangan tidak mudah. Infrastruktur belum sepenuhnya selesai, dan sebagian wilayah masih tergenang banjir, sehingga jaringan rendahnya belum bisa kita masuki,” kata Bahlil.
Untuk itu, pemerintah memutuskan mengirimkan genset sebagai solusi darurat agar aktivitas warga tetap berjalan.
Baca Juga: Update Korban Banjir Sumatera Hingga Sabtu, 163 Orang Masih Hilang, Meninggal 1.138 Jiwa
Genset akan digunakan untuk kebutuhan listrik dasar, seperti penerangan, fasilitas umum, rumah ibadah, hingga layanan kesehatan.
Selain genset, Kementerian ESDM juga menyalurkan 3.000 unit kompor gas untuk memastikan kebutuhan memasak warga tetap terpenuhi.
Bantuan ini diprioritaskan bagi desa-desa yang terdampak paling parah dan mengalami pemadaman listrik dalam waktu lama.
Baca Juga: Medali Perunggu SEA Games 2025 Jadi Pelecut Semangat Sepak Takraw Depok Menatap PORPROV Jabar 2026
Langkah cepat pemerintah ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat Aceh yang tengah berjuang memulihkan kehidupan pascabanjir.
Bahlil menegaskan bahwa negara hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar pemulihan listrik bisa dilakukan secepat mungkin,” pungkasnya.
Baca Juga: Refleksi Akhir Tahun 2025, Bupati Bogor Ajak Muhasabah dan Santuni 1.200 Anak Yatim serta Lansia
Bencana banjir yang melanda Aceh tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga melumpuhkan infrastruktur vital.
Dengan bantuan ini, pemerintah berharap roda kehidupan masyarakat dapat kembali bergerak sembari menunggu perbaikan jaringan listrik secara permanen.***




