POJOKSATU.ID - Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah besar dalam upaya pelestarian satwa liar di Sumatera.
Dengan menyerahkan seluruh konsesi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) miliknya di Aceh seluas 20 ribu hektare untuk dijadikan kawasan perlindungan dan konservasi gajah.
Konsesi hutan yang sebelumnya dikelola melalui PT Tusam Hutani Lestari tersebut akan dialihfungsikan sebagai kawasan konservasi guna melindungi habitat gajah Sumatra yang selama ini menghadapi ancaman kerusakan lingkungan dan konflik dengan manusia.
Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri
Langkah ini disebut sebagai bentuk nyata kepedulian dan kecintaan Presiden Prabowo terhadap satwa liar, khususnya gajah yang menjadi salah satu spesies kunci ekosistem hutan Aceh.
Kebijakan tersebut juga mendapat perhatian luas karena melibatkan pelepasan konsesi hutan dalam skala besar.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan, gagasan tersebut berawal dari pertemuan Presiden Prabowo dengan Raja Charles III di London.
Baca Juga: Lengkap! Ini Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama PNS Desember 2025
Dalam pertemuan itu, Raja Charles yang dikenal sebagai pembina organisasi konservasi internasional World Wide Fund for Nature (WWF).
Raja Charles menyampaikan harapan agar Prabowo dapat mendonasikan sebagian konsesi hutan miliknya untuk mendukung program konservasi gajah di Aceh.
Awalnya, permintaan yang disampaikan hanya sebesar 10 ribu hektare lahan PBPH.
Baca Juga: Akhir Pelarian Resbob, Penghina Persib dan Masyarakat Sunda Kini Pasrah Ditangkap Polda Jabar
Namun, Prabowo justru mengambil keputusan di luar dugaan dengan menyerahkan lahan dua kali lipat dari yang diminta, yakni total 20 ribu hektare.
“Presiden diminta sekitar 10 ribu hektare, tapi beliau memutuskan menyerahkan seluruh konsesinya seluas 20 ribu hektare,” ujar Raja Juli, dikutip pojoksatu.id dari Instagram @ussfeed.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan Presiden Prabowo dalam rapat terbatas yang dipimpinnya di kediaman Hambalang, Jawa Barat, pada Minggu, 14 Desember.
Baca Juga: Panduan Lengkap Beli Tiket Kereta Api Bandung–Malang untuk Libur Natal dan Tahun Baru 2026
Dalam rapat tersebut, Prabowo menekankan bahwa pelestarian satwa dan keseimbangan alam harus menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional.
Melalui kerja sama dengan WWF sebagai organisasi pelaksana, kawasan hutan tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun koridor gajah.
Koridor ini berfungsi sebagai jalur aman bagi pergerakan gajah liar sekaligus meminimalkan konflik antara satwa dengan masyarakat sekitar.
Baca Juga: Deretan Pekerjaan untuk yang Hobi Bercocok Tanam, dari Ladang hingga Konten Digital
Menurut Raja Juli, dalam proposal awal WWF hanya mengajukan pemanfaatan 10 ribu hektare lahan.
Namun, keputusan Prabowo untuk menyerahkan lahan secara penuh dinilai akan memberikan dampak signifikan terhadap keberhasilan program konservasi jangka panjang.
Langkah ini juga dipandang sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo serius menempatkan isu lingkungan dan konservasi sebagai prioritas.
Selain melindungi gajah, kawasan konservasi ini diharapkan mampu menjaga keanekaragaman hayati dan fungsi ekologis hutan Aceh.
Dengan pelepasan konsesi tersebut, pemerintah berharap kolaborasi antara negara, organisasi internasional, dan masyarakat dapat memperkuat upaya pelestarian satwa liar, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.***




