POJOKSATU.ID - Kementerian Sosial tengah bersiap meluncurkan babak baru dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat permanen yang akan mulai beroperasi secara bertahap pada tahun ini.

Proyek ambisius ini dipastikan bukan sekadar versi besar dari sekolah sementara yang ada saat ini melainkan sebuah institusi yang jauh berbeda.

Pemerintah membangun kompleks pendidikan ini di atas lahan yang sangat luas dengan standar luas mencapai tujuh hingga sepuluh hektare per lokasi.

Kapasitas tampung sekolah baru ini juga terbilang luar biasa karena mampu menampung lebih dari seribu siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Baca Juga: Menolak Lupa Sejarah: Mengapa 1 Juni Diperingati Hari Lahir Pancasila?

Dengan skala pembangunan yang masif tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menuntut adanya tata kelola yang jauh lebih matang dari para pengelola.

Ia menginstruksikan agar seluruh asrama di sekolah tersebut dikelola secara profesional demi mendukung pembentukan karakter siswa sepanjang hari.

Bahkan manajemen sekolah diminta meniru standar pengelolaan hotel bintang lima dalam hal kebersihan toilet, tata kelola, hingga kesiapan sumber daya manusianya.

Demi menjaga keamanan dan ketertiban, Kementerian Sosial juga akan memperkuat sistem pengawasan berbasis teknologi tinggi.

Baca Juga: Guru Bahasa Inggris SD Wajib Tahu! Penyebab Info GTK Tidak Linier 24 Jam dan Cara Mengatasinya

Pemasangan kamera CCTV di berbagai titik strategis sekolah akan menjadi bagian dari sistem pengawasan ketat tersebut.

Pemerintah juga menekankan pentingnya penyusunan standar operasional prosedur yang ketat di seluruh lini.

Tidak boleh ada ketimpangan kualitas layanan antarsekolah baik dalam aspek pembelajaran, kesehatan, pengasuhan, hingga aktivitas ibadah.

Oleh karena itu, seluruh protokol operasional harus terdokumentasi dengan sangat baik agar mutu pendidikan merata di seluruh Indonesia.

Saat ini tercatat ada 93 titik pembangunan tahap kedua yang ditargetkan rampung pada bulan Juni tahun ini.

Fasilitas megah tersebut diproyeksikan sudah siap digunakan untuk menyambut kegiatan pembelajaran pada tahun ajaran baru di bulan Juli mendatang.***