POJOKSATU.id, TAPSEL-- Menteri ESDM Bahlil Ladahalia memastikan stok BBM di Sumatera Utara (Sumut) cukup usai bencana alam banjir dan longsor.
Selain itu, dilakukan aturan relaksasi barcode bagi warga di tiga provinsi, Sumut, Sumbar, dan Aceh. Boleh masuk dan mengisi BBM bagi pengendara di SPBU dimana tak harus pakai barcode.
Hal itu diungkapkannya saat mengunjungi lokasi banjir bandang di Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Selasa (2/12/2025).
Bahlil menegaskan, secara stok BBM untuk Sumatera, termasuk Sumatera Utara itu sudah mencukupi.
Baca Juga: 6 Hari Jasad Keluarganya Tertimbun Bantuan Tak Kunjung Datang, Warga Tapteng Bakar Ban Blokir Jalan
Akan tetapi, katanya, saat ini terkendala dengan akses dan jalur distribusi yang terputus-putus.
“Tetapi untuk ke tempat ini tidak bisa masuk, karena jalannya itu terputus. Kita sekarang lagi memikirkan untuk memobilisasi sampai ke daerah,” katanya didampingi Dirut Pertamina Simon Aloysius, Dirut Pertamina Patra Niaga (PPN) Mars Ega Legowo Putra, dan Dirut PLN Darmawan Prasodjo.
Mobilisasi yang dimaksud Bahlil, dengan jalur tikus, atau jalan-jalan kecil pedesaan yang mungkin bisa dilalui truk tangki.
“Itu ada dua, yang ke satu jalan yang tikus. Dan kemudian kita memikirkan dengan cara lain, itu untuk menyangkut stok,” ucapnya.
Baca Juga: Dinkes Tangsel Raih Prestasi Besar di KIPP Banten 2025, Inovasi Layanan Kesehatan Diapresiasi
Dalam memenuhi stok ini, Bahlil juga mengungkapkan, bersama Pertamina, pemerintah membuat aturan relaksasi. Dengan aturan barcode yang dibebaskan bagi SPBU.
“Tetapi sekarang kita lagi membuka, agar barcode yang selama ini jadi sortir bagi SPBU. Sejak tadi pagi, kami sudah buat aturan untuk relaksasi. Relaksasi untuk tidak lagi memakai barcode, (SPBU) silakan saja masuk,” katanya.
Aturan ini katanya penting di wilayah bencana, di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Begitu LPG, stoknya sudah berada di pusat-pusat kota dan menunggu jalur alternatif yang akan menjangkau pelosok yang terdampak bencana.
“Dibawa ke sininya yang sedang kita cari alternatif. Ada Dirut Pertamina bersama-sama saya sekaligus mengecek semuanya (jalur distribusi),” jelas Bahlil.***




