POJOKSATU.ID – Belum lama ini kasus anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Cilegon tengah ramai jadi sorotan publik.
Seperti diketahui, Hikmatullah selaku anggota DPRD Cilegon tersebut dituding telah bersikap arogan.
Tidak lain, tudingan itu mencuat usai dirinya tabrak seorang buruh saat demo di PT Bungasari Flour Mils Indonesia.
Menanggapi hal ini, kuasa hukum Hikmatullah bantah tudingan yang menyebutkan kliennya menabrak buruh.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @Mdy_Asmara1701 pada Rabu (11/6/2025).
Dalam unggahannya, Muhibuddin selaku kuasa hukum anggota DPRD Cilegon itu menyatakan bahwa insiden terjadi hanya kekeliruan semata.
Baca Juga: Koalisi Ojol dan DPR Tolak Konvensi ILO Soal Ketegasan Status Ojol Sebagai Mitra
“Saya mewakili klien saya, Pak Haji Hikmatullah karena memang saya ditunjuk sebagai kuasa hukum,” jelasnya.
“Atas peristiwa yang terjadi tadi pagi, itu sebetulnya hanya sebatas salah komunikasi saja,” lanjutnya.
Muhibuddin juga menambahkan bahwa kliennya sama sekali tidak ada niatan untuk menabrak buruh tersebut.
Baca Juga: Skema Pelamar Prioritas dalam Pengumuman PPPK 2024 Tahap 2 Formasi Guru dan Tenaga Kesehatan
Dikarenakan, anggota DPRD Cilegon itu terkejut lantaran mobil yang dikemudikannya diamuk oleh para buruh.
“Memang ada beberapa tenaga kerja atau buruh yang mengintimidasi karyawannya Pak Haji Hikmat,” jelasnya.
“Termasuk, kendaraannya Pak Haji Hikmat pun digebrak-gebrak, sehingga Pak Haji Hikmat sedikit kaget,” lanjutnya.
“Sehingga, mungkin agak maju kendaraan itu ke depan, seolah di-framing oleh buruh bahwa Pak Haji Hikmat sengaja untuk menabrak tenaga kerja itu,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ketidakadaan niatan Hikmatullah untuk menabrak buruh ini juga dikonfirmasi melalui keadaan korban.
Yang mana, kuasa hukum anggota DPRD Cilegon ini menyebutkan bahwa korban tidak mengalami luka serius.
Baca Juga: Edukasi Terhadap Asupan Gizi, Tim Sosialisasi Program MBG untuk Warga Cianjur
Oleh karena itu, dugaan terkait Hikmatullah berniat mencelakai korban disebut Muhibuddin tidak benar adanya.
“Padahal, kalau kita lihat di videonya, itu jelas sekali, kalaupun ada kesengajaan, mungkin (korban) sudah terpental,” jelasnya.
“Tetapi, ini tidak, gitu. Oleh karena itu, Pak Haji Hikmat tidak ada niatan untuk menabrak atau menyakiti para pendemo,” lanjutnya. ***



