POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus Nekison Enumbi alias Bumi Walo Enumbi, tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Seperti diketahui, belum lama ini nama Bumi Walo Enumbi tengah ramai jadi perbincangan publik.

Tidak lain, hal ini dikarenakan salah satu tokoh OPM tersebut baru saja tewas usai disergap Satuan Tugas (Satgas) Gabungan TNI di Papua.

Baca Juga: Pemkot Bandung Dorong Peningkatan Kesejahteraan dan Kualitas Guru Lewat Pendidikan Bermakna

Bukan tanpa sebab, disergapnya Bumi Walo Enumbi ini tidak lain lantaran masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus tindak pidana.

Sebagaimana yang dikutip Pojoksatu.id dari portal media jawapos.com pada Minggu (11/5/2025).

Dalam artikelnya, Bumi Walo dikonfirmasi telah gugur usai disergap Satgas Gabungan TNI dengan Badan Intelijen Negara (BIN).

Baca Juga: Ampas Teh

“Bumi Walo Enumbi atau Nekison Enumbi sebagai pentolan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sudah tewas,” jelas dikutip.

Diketahui, tewasnya tokoh OPM itu terjadi tidak lama setelah mendapat informasi dari intelijen pada Sabtu (10/5/2025).

Yang mana, informasi tersebut menarasikan terkait keberadaan Bumi Walo di kawasan Puncak Jaya.

Baca Juga: Miliki Potensi Besar dan Siap Swasembada Pangan, Mentan Amran Kunjungi Provinsi Kaltim

Mengetahui hal ini, Satgas TNI-BIN sontak mengambil langkah tegas untuk mengepung salah satu tokoh OPM tersebut.

“Setelah mendapat informasi intelijen mengenai keberadaan target. Bumi Walo Enumbi yang dikenal sebagai salah satu pimpinan OPM di wilayah Yambi, langsung disergap,” jelasnya.

Dalam aksi penyergapan itu, Bumi Walo dikonfirmasi tewas di tangan Satgas Gabungan TNI-BIN.

Baca Juga: Penabrak Sultan Abyan Siswa SMAN 5 Bandung di Lampu Merah Sudah Ditangkap Polisi

Berdasarkan informasi dihimpun, beberapa barang bukti juga berhasil diamankan oleh aparat penegak hukum.

Di antaranya, tiga butir munisi kaliber 9 mm, satu selongsong peluru kaliber 5,56 mm, dua buah kapak, enam buah parang, serta dua unit alat komunikasi HT.

Tidak hanya itu, turut juga diamankan tiga buah sarung pistol, dua unit handphone GSM, satu unit handphone Android, empat buah busur panah, dan 90 buah anak panah.

Baca Juga: LAPOR DIRI Tahap 1 PPG bagi Guru Tertentu 2025 di Universitas Halu Oleo Kendari, Wajib KONFIRMASI KESEDIAAN, Tonton VIDEO INI

Kasus ini juga turut dikonfirmasi langsung oleh Dansatgas Media Koops TNI Habema Letkol Infanteri Iwan Dwi Prihartono.

Iwan menuturkan bahwa aksi penyergapan ini merupakan bentuk tindaklanjut TNI dalam menjaga ketentraman masyarakat.

Sebab, Bumi Walo yang dikenal sebagai tokoh OPM ini kerap kali membuat keresahan atas aksi kriminalnya.

Baca Juga: Jangan Sampai Ketinggalan! Sekolah Rakyat Gratis dengan Makan Bergizi Siap Dibuka di Kaltim!

“Keberhasilan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen TNI untuk menjaga stabilitas keamanan dan melindungi masyarakat Papua dari ancaman teror bersenjata,” jelasnya.

“Operasi ini dilakukan secara terukur berdasarkan informasi akurat dari Satgas BIN,” lanjut Dansatgas Media Koops TNI Habema Letkol Infanteri. ***