POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus Fernando Tongkotow (21) warga Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara (Sulut).
Seperti diketahui, belum lama ini publik tengah dihebohkan dengan kasus yang menimpa Fernando Tongkotow.
Yang mana, dirinya ditembak hingga tewas mengenaskan oleh oknum Brimob Polda Sulut menggunakan senjata api (senpi).
Baca Juga: Rumah Ridwan Kamil Digeledah KPK, Begini 3 Poin Tanggapan Eks Gubernur Jawa Barat
Berdasarkan informasi beredar, kejadian mengenaskan ini terjadi di salah satu kawasan tambang emas ilegal, Ratatotok, Minahasa Tenggara.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari media sosial platform X milik @Heraloebss pada Selasa (11/3/2025).
Dalam unggahannya, Fernando dikonfirmasi menjadi korban penembakan oknum Brimob di kawasan pertambangan.
Baca Juga: Puluhan Tahanan di Aceh Kabur Jelang Buka Puasa, Petugas Lapas Akui Kewalahan
“Anggota Brimob Polda Sulut diduga menembak seorang penambang di kawasan tambang emas tanpa izin (PETI),” jelas dikutip.
Diketahui, insiden ini bermula saat Fernando berkunjung di sebuah kawasan pertambangan pada Senin (10/3/2025) sekitar pukul 01.30 WITA.
Bukan tanpa sebab, kunjungan ini dilakukan korban lantaran hendak melakukan aksi perampokan besar-besaran.
Yang mana, aksi perampokan tersebut tidak lain untuk mencuri karbon dari hasil operasional pertambangan.
Tidak sendirian, Fernando juga turut ditemani oleh segerombolan rekannya dalam melakukan tindak kriminal tersebut.
Bukan main, aksi kriminal korban penembakan oknum Brimob beserta rekannya ini diketahui turut membawa senjata tajam (sajam).
Baca Juga: AHASS Gelar Servis Gratis untuk Konsumen Terdampak Banjir di Bekasi dan Bogor
Hal ini diungkapkan langsung oleh salah satu warga setempat bernama Hidayat Samaun yang mengaku mengetahui insiden tersebut terjadi.
Hidayat menuturkan bahwa Fernando menjadi korban penembakan lantaran hendak melakukan aksi kriminal.
Sebab, dirinya beserta rekannya turut membawa sajam hingga beberapa bom rakitan yang akan digunakan dalam aksi tersebut.
Baca Juga: Wujudkan Interior Café Impian dengan Kontraktor Interior Jakarta Terbaik
“Kejadian ini bermula saat sekelompok orang bersenjata rakitan dan membawa bom rakitan melakukan aksi perampokan di area Alasan, Ratotok,” ucapnya.
“Ada sekelompok orang yang menyerang lokasi tambang pakai bom rakitan dan senjata rakitan,” lanjutnya yang dikutip dari portal manadopost.jawapos.com.
Namun, upaya perampokan Fernando ini digagalkan oleh para aparat Brimob yang tengah bertugas di wilayah setempat.
Berdasarkan informasi beredar, aparat tersebut diduga bertugas untuk mengamankan wilayah tambang emas ilegal.
Tidak heran, aksi perampokan yang dilakukan Fernando dan rekannya ini akan merugikan para oknum berseragam.
Oleh karena itu, oknum Brimob yang melihat aksi perampokan Fernando sontak melancarkan serangan menggunakan senpi.
Baca Juga: Kamu Habis Cabut Gigi? Ini Dia Top 5 Instruksi Dokter yang Perlu Kamu Ikuti!
Akibatnya, Fernando yang hendak melakukan tindak kriminal ini berakhir mengenaskan usai menerima luka tembak di bagian kepalanya.
Berdasarkan informasi dihimpun, warga Sulut yang menjadi korban penembakan oknum Brimob ini sempat dilarikan ke rumah sakit.
Namun, upaya pertolongan tersebut tidak sempat menolong Fernando dari luka tembak yang diterimanya.
Baca Juga: Majelis Hakim Bantarkan Ted Sioeng ke RSPAD Terkait Kasus Dugaan Penipuan
Sebab, dirinya dikabarkan telah meninggal dunia tidak lama setelah menerima peluru yang dilancarkan oleh oknum Brimob.
Lebih lanjut, kasus ini juga turut ditanggapi langsung oleh Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Bahagia Dachi.
Bahagia menuturkan bahwa tindakan bengis yang dilakukan pelaku penambakan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.
“Saat ini, kami dalam proses penyelidikan, karena semua sudah diambil alih oleh Polda Sulut untuk proses secara hukum,” jelasnya. ***



