POJOKSATU.ID - Sebuah unggahan di media sosial oleh akun @ppdsgramm menceritakan dugaan tindakan tidak senonoh yang dialami oleh seorang penunggu pasien di sebuah rumah sakit yang tidak disebutkan namanya.

Unggahan tersebut dibagi menjadi tiga bagian yang menceritakan kronologi kejadian dari sudut pandang keluarga pasien.

Pengunggah menceritakan bahwa ayah dari seorang wanita (disebut sebagai penunggu pasien) sedang dirawat di ICU.

Baca Juga: Kabar Baik untuk Orang Tua dan Siswa SMP: PIP 2025 Segera Disalurkan Besok 10 April !

Jadi, ada pasien yang ayahnya dirawat di ICU, ditunggui oleh putrinya (perempuan).

Pasien tersebut praoperasi dan membutuhkan transfusi darah.

Kemudian, pelaku menawarkan diri kepada putri pasien untuk membantu proses crossmatch agar lebih cepat.

Baca Juga: Jadwal Pencairan Dana PIP Tahun 2025 untuk Jenjang SD Diumumkan Mulai Besok, 10 April 2025!

Pasien dibawa ke Gedung Diagnostik MCHC lantai 7. Toilet di lantai 7 gedung tersebut masih baru dan lantainya masih kosong.

Di lantai 7, korban disuruh mengganti pakaian dengan baju pasien. Kemudian dipasang akses infus.

Menurut pelaku, ia juga tidak begitu memahami prosedur crossmatch, sehingga korban hanya menurut saja.

Baca Juga: Pastikan Kode Ini Muncul di Info GTK Anda Jika SKTPG Terbit, TPG Segera Cair!

Kemudian korban diberikan midazolam. Lalu terjadilah kejadian tersebut sekitar tengah malam.

Pelaku menunggu hingga pasiennya agak sadar sekitar pukul 4 pagi. Pelaku terlihat mondar-mandir di lorong lantai 7.

Korban sadar sekitar pukul 4 atau 5 pagi dan terlihat berjalan di lorong lantai 7, namun dengan kondisi yang agak sempoyongan.

Setelah prosedur crossmatch, pasien tersebut mengeluh bahwa rasa sakitnya tidak hanya di bekas akses infus di tangan, tetapi juga di kemaluan.

Akhirnya, korban meminta visum ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Diketahui terdapat bekas sperma.

Baca Juga: Jadwal Pencairan Dana PIP Tahun 2025 untuk Jenjang SD Diumumkan Mulai Besok, 10 April 2025!

Disebutkan juga bahwa setelah dicek di MCHC 7 (kemungkinan merujuk pada area atau ruangan di lantai 7), ditemukan bekas sperma lainnya di lantai. Keesokan harinya, MCHC 7 disebut dipasangi garis polisi.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak rumah sakit maupun pihak berwenang terkait kejadian yang diceritakan dalam unggahan tersebut.

Identitas terduga pelaku dan korban juga tidak disebutkan secara jelas dalam postingan.

Baca Juga: IHSG Anjlok Dihantam Tarif Trump, Heru Desak Prabowo Keluarkan Dekrit Darurat Ekonomi

Unggahan ini tentu menimbulkan keresahan dan pertanyaan mengenai keamanan di lingkungan rumah sakit.

Diharapkan pihak terkait dapat segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengklarifikasi kejadian ini dan mengambil tindakan yang diperlukan jika terbukti adanya pelanggaran hukum.

Penting untuk diingat bahwa informasi ini berasal dari postingan media sosial dan belum terverifikasi kebenarannya.

Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil investigasi resmi dari pihak berwenang.***