POJOKSATU.id, USTAZ Felix Siauw mengkritik pertemuan lima pemuda Nahdlatul Ulama (NU) temui Presiden Israel Isaac Herzog. Baginya apa yang dilakukan kelima kader Nahdliyin itu telah mencoreng nama Indonesia.
"Memalukan buat Indonesia, aib buat buat Nahdhatul Ulama. Menjijikkan secara kemanusiaan, dzalim dalam pandangan Islam, ketololan kalau itu strategi," tegas Ustaz Felix Siauw di laman Instagram-nya.
Ustaz Felix mengatakan apa yang dilakukan lima pemuda NU itu layak diberi hukuman. Kalau yang gini enggak bisa dihukum secara legal, hukuman masyarakat sangat wajar ke mereka," tukasnya.
Pasalnya, dia mendapati bahwa apa yang dilakukan tokoh NU dengan mendatangi petinggi Israel bukan yang pertama.
Ustaz Felix menyertakan unggahan Benjamin Netanyahu yang menyambut kedatangan Yahya Cholil Staquf pada 2018.
"Kejadiannya sudah dari lama sih, cuma enggak ditindak tegas dari dulu, tapi hanya dimaklumi aja. Wajarlah kalau akhirnya yang muda-nya akhirnya ikut-ikutan," tandasnya.
Baca Juga: Sekda Herman Suryatman Pantau Kebersihan Sungai Citarum, Dorong Partisipasi Masyarakat Kelola Sampah
Dia menyoal alasan NU yang selalu klise ketika kejadian serupa. "Individu bukan wakili NU. Pertanyaannya emang bos-bos Israel laknat itu mau ketemu kalian kalau enggak mewakili NU? Enggak mungkin kan mereka mau ketemu orang out of nowhere?," sambungnya.
"Yang sudah kejadian, @yahyacholilstaquf yang ketemu bos-bos Israel penjajah malah bisa jadi ketua umum, jadi gimana kita mau percaya kalau pengurus @nahdlatululama sekarang dukung Palestina?," ungkapnya.
Ustaz Felix menekankan alasan apapun perihal pertemuan dengan petinggi Israel itu tetap akan membawa opini baik ke penjajah dan pembantai anak-anak dan wanita.
"Liat aja contoh twit dari Netanyahu diatas. Atau minimal, memecah-belah ummat," lanjutnya.
Dia mengingatkan bahwa sudah saatnya NU tegas perihal ini. "Saatnya NU tegas kepada dirinya sendiri, jangan cuma bersembunyi di balik kata "itu bukan NU secara struktural"," tukasnya.
"Kalau dikatakan oknum, terlalu banyak dan bergenerasi orang-orang setipe ini. Dan nggak sedikit malah yang dikasih posisi penting," pungkasnya.
Baca Juga: 9 Calon Pelatih Inggris Gantikan Southgate yang Mundur karena Gagal di Euro 2024, Ada Pelatih Wanita
Sementara itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah mengecam keras lima warga NU atau Nahdliyin yang bertemu Presiden Israel Isaac Herzog tersebut.
Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla menyebut pertemuan Nahdliyin di tengah serangan Israel ke Palestina itu adalah tindakan yang tidak dapat diterima.
"Saya secara pribadi mengecam dengan keras keberangkatan lima anak NU ke Israel baru-baru ini," cuit Ulil melalui akun Twitter @ulil, Minggu, 14 Juli 2024.
Baca Juga: Honorer Tuntas Sebelum Presiden Baru, Tugas Prabowo Angkat PPPK Jadi PNS
Sedangkan, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyiratkan peluang memberhentikan lima kader nahdliyin dari kepengurusan NU.
"Yang bersangkutan akan dipanggil untuk dimintai keterangan dan penjelasan lebih dalam tentang maksud tujuannya, latar belakang dan siapa yg memberangkatkan serta hal-hal prinsip lainnya," ujar Gus Ipul dalam keterangannya, Senin, 15 Juli 2025.
Kelima orang NU yang bertemu dengan Presiden Israel tersebut adalah Zainul Maarif, Munawir Aziz, Nurul Bahrul Ulum, Syukron Makmun dan Izza Annafisah Dania. ***



