POJOKSATU.id, JAKARTA— Jumlah korban meninggal bencana alam banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatera hingga Sabtu (13/12) mencapai 1.006 orang.

Di Aceh sebanyak 415 orang meninggal dunia, Sumut 349 orang dan Sumbar 242 orang tewas. Dan sebanyak 217 jiwa masih dinyatakan hilang sejak awal bencana pada Selasa (25/11) lalu.

“Dari data kami 996 jiwa korban meninggal dunia secara umum, hari ini rekapitulasi tiga provinsi menunjukkan angka 1.006 jiwa,” kata Kapusdatin dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam konferensi pers, Sabtu (13/12).

Baca Juga: Bencana Lumpuhkan Wilayah Sumatera, Ketua MPR Turun Tangan Gratiskan Iuran BPJS dan Sertifikat Tanah

Di Provinsi Aceh, jumlah korban meninggal 415 jiwa. Sementara di Sumatera Utara sebanyak 349 jiwa. Dan di Sumbar sebanyak 242 jiwa.

“Beberapa nama sebelumnya tercatat sebagai korban bencana ternyata merupakan jenazah lama yang dimakamkan di area pemakaman yang terdampak banjir dan longsor, sehingga dikeluarkan dari daftar korban,” ujar Abdul Muhari.


“Jadi untuk korban jiwa meninggal dunia, secara total tiga provinsi dari 995 jiwa per hari kemarin, saat ini 1.006 jiwa,” jelasnya lagi.

Disebutkan, untuk korban hilang atau dalam proses pencarian sebanyak 217 orang, berkurang dari sehari sebelumnya yang mencapai 226 orang.

Baca Juga: Harapan Warga Aceh Kembali Padam, Penormalan Listrik Dipastikan Belum Rampung Minggu Ini

Sementara itu, jumlah pengungsi berkurang signifikan dari 884.889 jiwa menjadi 654.642 jiwa.

Korban Hilang Banyak di Sumbar

Hingga hari ke-20 bencana atau Minggu (14/12), sebanyak 92 korban belum ditemukan dalam banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat. Korban hilang berasal dari banjir bandang di Agam 57 orang dan Padang Panjang 31 orang.

Jumlah korban hilang di Sumbar lebih banyak dibanding Aceh yang mencapai 34 orang dan Sumatera Utara yang mencapai 91 orang.

Lumpur yang mengeras, cuaca tak menentu, dan minimnya alat berat menjadi kendala tim SAR gabungan di Sumbar dalam operasi pencarian.

Kepala Kantor SAR Kelas A Padang Abdul Malik mengatakan, Tim SAR terus berupaya keras mencari korban meski menghadapi sejumlah kendala di lapangan baik karena cuaca hujan atau medan yang berat.***