POJOKSATU.id, SURABAYA-- Akibat ledakan di Ruko Pakuwon City Surabaya, total ada 41 bangunan rusak ringan dan berat dengan mayoritas kaca pecah.

Selain merusak 41 bangunan, ledakan juga menyebabkan empat orang warga dirawat intensif dan satu warga dirawat di rumah sakit akibat ledakan diduga dari gas elpiji 50 kg pada Selasa pagi (6/10).

“Rusak parah 5 ruko, kemudian 15 itu rumah yang di belakang (rusak ringan),” ungkap Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, Selasa (6/10).

Kombes Luthfie menyebut polisi belum mengarah ke pemeriksaan saksi soal kejadian ini, masih fokus penanganan tempat kejadian perkara (TKP) dan korban luka.

Baca Juga: Ledakan Kuat Hantam Ruko Pakuwon City Surabaya, Polisi Sebut Bersumber dari Gas Elpiji 50 Kg

Diketahui, empat korban ledakan LPG di salah satu restoran di kawasan Pakuwon City, Mulyorejo, Surabaya, menjalani perawatan intensif di IGD RSUD Haji Surabaya, Selasa (6/10/2026).

Kepala Tim Hukum dan Hubungan Masyarakat (Hukmas) RSUD Haji Surabaya, Masrur, mengatakan, keempat korban terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan.

Korban ledakan tersebut mengalami luka bakar dengan luas antara 13 hingga 18 persen. Luka bakar terjadi di sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah, leher, dan tangan yang membutuhkan penanganan khusus.

“Karena lokasi luka bakar ini di daerah yang berbahaya yaitu wajah, terus leher ya, dan tangan. Ini maka perlu perawatan khusus,” katanya di RSUD Haji, Sukolilo, Surabaya, pada Selasa (6/10/2026).

Baca Juga: Ledakan Dahsyat di Pakuwon City Surabaya, Akibatnya 20 Bangunan Rusak

Setelah mendapat penanganan awal di IGD, dua korban rencananya akan menjalani perawatan di ICU RSUD Haji Surabaya.

Sementara dua korban lainnya akan dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo karena mengalami trauma inhalasi.

Selain empat korban yang dirawat di RSUD Haji, terdapat satu korban lainnya yang sempat dibawa ke IGD rumah sakit tersebut.

Namun, korban langsung diarahkan ke RSUD Dr. Soetomo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.***