POJOKSATU.id - Keluarga guru gantung diri di flyover Cimindi, Cimahi, membuat klarifikasi dan meluruskan berbagai tudingan yang tidak benar.
Usai peristiwa pria gantung diri di flyover Cimindi, beredar sejumlah kabar dan informasi.
Kali pertama korban ditemukan menggantung di ketinggian pada Jumat 27 Juni 2024 pagi.
Sontak saja warga sekitar dan pengendara di lokasi dibuat heboh.
Peristiwa ini juga ramai diunggah di berbagai platform media sosial.
Disebutkan bahwa korban yang belakangan diketahui berinsial DY itu berprofesi sebagai guru.
Berbarengan dengan hal tersebut, netizen ramai membuat spekulasi dan asumsi pribadi.
Terutama terkait penyebab korban mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.
Baca Juga: Isi Surat Wasiat Guru Gantung Diri di Flyover Cimindi, Permintaan Terakhir di Atas Sobekan Kardus
Kasus ini pun saat ini sudah ditangani pihak kepolisian setempat yang sudah melakukan pemeriksaan dan penyelidikan.
Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi sama sekali tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Namun yang cukup menjadi perhatian adalah mata dan mulut korban yang ditutup dengan lakban warna hitam.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung untuk dilakukan otopsi.
Karena itu, polisi tetap akan melakukan pemeriksaan dan penyelidikan sebagaimana prosedur yang berlaku.
Di sisi lain, netizen yang kerap memproklamirkan diri memiliki kemampuan intelijen bak FBI pun mulai memunculkan berbagai spekulasi dan asumsi.
Salah satunya menduga korban bunuh diri lantaran diduga karena bermain judi online slot.
Terkait suara-suara miring tersebut, pihak keluarga korban akhirnya angkat bicara dan menyampaikan klarifikasi.
Baca Juga: Identitas Korban Gantung Diri di Cimindi Terungkap, Diduga Guru SMK Ngajar Bahasa Indonesia
Klarifikasi dan penjelasan tersebut disampaikan pemilik akun @iglorifi*** melalui kolom komentar akun Instagram pribadi korban.
"Halo! Kami dari keluarga korban yang bersangkutan. Pertama-tama kami ucapkan terima kasih atas ribuan ucapan belasungkawa yang teman-teman ucapkan," tulisnya sebagaimana dikutip Pojoksatu.id.
Akun tersebut lantas menjelaskan beberapa hal yang membuat pihak keluarga cukup keberatan.
Salah satunya adalah tentang indentitas korban.
"Kami harap teman-teman semuanya berhenti untuk menyebarkan mengenai identitas korban, menyelidiki akun Instagram-nya," sambungnya.
Baca Juga: Gantung Diri di Cimindi Ternyata Sering Terjadi, Tahun 2023 Lalu Pria Lansia 59 Tahun
Keluarga juga meminta netizen agar tidak membuat asumsi tidak benar atas diri korban.
Dimana terdapat spekulasi yang menyebut bahwa korban bunuh diri karena slot.
"Serta berspekulasi yang tidak-tidak mengenai kepergian korban yang kalian duga karena main "slot" atau "judi online"," tegas dia.
Terakhir, keluarga juga meminta agar tidak menyebarkan video atau foto korban.
"Demikian himbauan yang kami sampaikan, harap menjadi catatan dan diperhatikan dengan seksama. Terima kasih," tandasnya.***




