POJOKSATU.id – Empat bulan setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh Tamiang pada akhir November 2025, sejumlah warga masih bertahan hidup di tenda pengungsian.
Kondisi ini memunculkan kontras dengan klaim pemerintah yang menyebut penanganan pascabencana telah hampir rampung.
Salah satu penyintas mengaku hingga kini belum mendapatkan kepastian terkait hunian tetap, meskipun bantuan logistik dinilai cukup terpenuhi.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Majalengka, Kelelahan Sopir Jadi Sorotan
“Kalau soal makan, Insya Allah cukup. Tapi yang kami harapkan sekarang cepat pindah, cepat dapat rumah,” ujarnya dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Selasa (24/3/2026).
Bagi para penyintas, persoalan utama bukan lagi soal kebutuhan sehari-hari, melainkan tempat tinggal yang layak untuk kembali memulai kehidupan.
Selama berbulan-bulan tinggal di tenda, berbagai keterbatasan harus mereka hadapi. Bahkan, hal sederhana seperti menerima tamu menjadi hal yang sulit dilakukan.
“Kalau ada teman datang, kami nggak punya tempat duduk. Mau pulang pun bingung, pulang ke mana,” tuturnya.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungannya ke Aceh pada 21 Maret 2026 menyatakan bahwa penanganan dampak bencana telah mencapai hampir 100 persen.
Ia menyebut sebagian besar warga telah menempati hunian sementara maupun hunian tetap, dan hanya tersisa beberapa desa yang masih terkendala akses medan.
Baca Juga: Dua Orang Pemudik di Aceh Meninggal Dalam Mobil Menyala, Dugaan Gas Kabin Jadi Penyebabnya
Namun demikian, fakta di lapangan menunjukkan masih ada warga yang belum sepenuhnya mendapatkan hunian tersebut.
Hal ini menandakan bahwa proses pemulihan pascabencana belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah terdampak.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pembangunan hunian sementara terus dikebut, dengan target ribuan unit untuk menampung warga terdampak.
Meski demikian, distribusi dan penyelesaian pembangunan di sejumlah titik masih menjadi tantangan, terutama di daerah dengan akses yang sulit.
Baca Juga: ASN DKI Masih Bisa WFA, Gubernur Tegaskan Siap-Siap Sanksi Jika Malas Masuk Kantor
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan penanganan bencana tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari seberapa cepat dan merata warga dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
Bagi para penyintas, harapan sederhana tetap sama, segera keluar dari tenda dan kembali memiliki rumah. ***




