POJOKSATU.id - Marsekal TNI Purnawirawan Agus Supriatna adalah salah satu figur yang patut dihormati dalam dunia militer Indonesia.

Namanya dikenal luas sebagai mantan pilot pesawat tempur A-4 Skyhawk dan pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara.

Namun, di balik prestasi dan jabatan tingginya, ada kisah menegangkan yang akan kita bahas dalam video ini.

Pada tahun 1986, Agus Supriatna mengalami situasi yang benar-benar menguji keberanian dan keterampilannya sebagai pilot.

Baca Juga: Cawapres Ganjar Pranowo Sudah Dipilih Megawati Diumumkan Besok Rabu, Inisialnya M

Pesawat yang ia tumpangi mengalami kerusakan serius pada bagian roda pendaratan. Ini adalah saat di mana setiap detik menjadi berharga dan setiap keputusan harus diambil dengan cermat.

Komandannya, FX Suyitno, memerintahkan Agus untuk melakukan eject dan meluncur ke arah kebun yang sudah disterilkan.

Namun, Agus Supriatna mengambil keputusan yang sangat berani. Dia memutuskan untuk melakukan "belly landing" alias mendaratkan pesawat tanpa roda.

Pilihan ini bukan tanpa risiko. Agus, yang saat itu masih berpangkat Letnan Dua, memilih mengabaikan perintah komandan karena pernah mengalami patah kaki saat melakukan eject dari kursi pelontar. Komandannya FX Suyitno marah besar atas keputusan yang diambil oleh Agus.

Baca Juga: Kisah KS Tubun di Malam G30S, Satu-satunya Polisi Pahlawan Revolusi

"Kamu tahu enggak bahayanya belly landing? Kamu landing kasar sedikit saja meledak, hilang nyawa kamu!," kata Suyitno dengan nada marah.

Agus Supriatna rupanya tidak hanya mengandalkan pelatihan militer dalam mengatasi situasi ini. Ketika ditanya darimana dia mempelajari teknik belly landing tersebut, Agus mengungkapkan bahwa dia belajar dari film.

Keberanian dan keterampilan Agus dalam mengambil keputusan ini akhirnya membuahkan hasil. Pesawat berhasil mendarat dengan selamat, meskipun dalam kondisi yang sangat sulit.

Setelah insiden belly landing yang menggemparkan, komandannya FX Suyitno merasa sangat lega melihat Agus selamat. Bahkan, Suyitno memeluk Agus sebagai tanda kebahagiaan atas keselamatan bawahannya.

Sebagai penghargaan atas keberanian dan keterampilan Agus dalam mengatasi situasi yang sulit itu, mantan Kasau Marsekal TNI Utomo memberikan hadiah istimewa.

Baca Juga: Imbas Kecelakaan KA Argo Semeru dengan Argo Wilis, PT KAI Umumkan Keterlambatan

Agus diberi kesempatan untuk mengikuti Airshow di luar negeri, sebuah pengalaman yang sangat berharga bagi seorang pilot.

Perjalanan karier Marsekal TNI Purnawirawan Agus Supriatna dalam militer tidak berhenti di sini. Dia terus menanjak dalam hierarki Angkatan Udara dan pada akhirnya, ia menjadi Kepala Staf Angkatan Udara.

Agus memulai kariernya di militer sejak tahun 1983, ketika ia lulus dari Akademi Angkatan Udara.

Setelah mengikuti Sekolah Penerbang TNI AU jurusan tempur, ia mulai meniti karier sebagai penerbang pesawat tempur A-4 Skyhawk Skadron 11 yang berpangkalan di Lanud Iswahjudi, Madiun.

Sebagai seorang penerbang tempur, Agus Supriatna memiliki banyak pengalaman dalam mengikuti berbagai operasi tempur dan latihan di seluruh Indonesia dan negara-negara tetangga.

Kisah Marsekal TNI Purnawirawan Agus Supriatna adalah inspirasi yang membuktikan bahwa keberanian, keputusan bijak, dan keterampilan dalam menghadapi situasi yang sangat sulit dapat membawa seseorang jauh dalam perjalanan karier mereka.

Kisah belly landing yang pernah dihadapi Agus adalah bukti nyata dari dedikasinya terhadap tugas dan kedisiplinan di dunia militer.

Mengikuti perjalanan karier Agus Supriatna, dari awalnya sebagai seorang pilot muda hingga menjadi Kepala Staf Angkatan Udara, memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana semangat juang dan komitmen terhadap tugas dapat membawa seseorang meraih puncak keberhasilan.

Penulis: Nasya Aulia