POJOKSATU.id - Bencana, apapun itu, tidak akan pandang bulu. Begitupun banjir bandang di Tapanuli Selatan.
Rumah-rumah yang berdekatan dengan aliran sungai dihempaskan begitu saja. Bangunan apapun.
Tak terkecuali klinik bidan Nova Monica yang berlokasi di Kelurahan Muara Manompas Lingkungan 2, Kecamatan Muara Batang Toru.
Sebelum bencana banjir bandang, klinik inilah yang jadi jujugan ratusan warga jika mengalami sakit.
Baca Juga: Gerindra Pecat Bupati Aceh Selatan, Gubernur Aceh Ternyata Sempat Melarang Jangan Pergi Umroh
Namun kini klinik Nova tinggal nama. Tak ada barang yang bisa diselamatkan.
Hanya papan nama yang terbuat dari besi yang masih berdiri kokoh di atas lumpur yang mulai menyurut.
Semua alat medis pun terbawa aliran air dan tertutup lumpur tebal.
"Obat-obatan semua habis diterjang banjir. Jadi udah gak ada yang bisa terselamatkan," ungkap sang bidan, Kamis 5 November 2025.
Klinik ini menjadi satu-satunya fasilitas kesehatan di Lingkungan 2 Kelurahan Muara Manompas, Kecamatan Muara Batang Toru.
Sementara fasilitas kesehatan lain berada di Lingkungan 1 dan 3, yang jaraknya lumayan jauh dari lokasi tersebut.
"Kasian mereka kalau mau berobat jauh," ucap Nova.
Namun di balik bencana dahsyat itu, Nova masih memiliki rasa syukur.
"Tapi kami bersyukurnya tidak ada korban jiwa, meski harta benda kami sudah banyak yang hilang dan rusak," tambahnya.
Bidan Nova pun menjadi salah satu dari ratusan warga sasaran relawan Gerakan Anak Negeri yang membuka posko di kecamatan tersebut.
Nova belum bisa memastikan membuka praktek layanan kesehatan kembali.
Sebab ia tidak memiliki uang untuk membeli peralatan dan obat-obatan kesehatan.
Ia hanya bisa berharap kondisi ini cepat pulih dan bisa kembali membantu warga yang membutuhkan pertolongan kesehatan.
"Inginnya secepatnya (buka klinik lagi), tapi tidak tahu kapan bisa," lirihnya.
Sementara itu, Lurah Muara Manompas, Muhammad Fadli mengatakan, setidaknya ada sekitar 920 kepala keluarga menjadi korban bencana.
Mereka tersebar di tiga lingkungan yang berbeda.
Baca Juga: Momen Prabowo Puji Bahlil Bikin Netizen Geli: Cerdas dan Setia, katanya
"Untuk lingkungan 1 sebanyak 300 kepala keluarga, Lingkungan 2 sebanyak 380 kepala kelurga dan Lingkungan 3 sebanyak 240 kepala keluarga," terangnya.
Untuk Untuk menembus lokasi ini, relawan Gerakan Anak Negeri (GAN) yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, harus melintasi jalan terjal dan memasuki perkebunan sawit.
Tidak jarang, mereka harus berhenti sejenak untuk menunggu antrean melintas jalan yang curam dan berlumpur.
Baca Juga: Kisah 7 Ton Beras Sopir Truk yang Terjebak Longsor Selamatkan Warga Kelaparan di Sitahuis Tapteng
Apalagi jalan tersebut hanya bisa dilalui satu kendaraan.
Di Lingkungan 2 dan 3 Kelurahan Manompas, tim Kesehatan GAN bersama Pemkab Bogor memberikan layanan kesehatan kepada 211 pasien yang ditangani dokter dan 24 orang yang ditangai tim Cimande.
Adapun untuk total keseluruhan pasien yang sudah dilayani tim kesehatan Gerakan AnakNegeri dari Rabu 3 Desember hingga 5 Desember 2025 sebanyak 571 Orang.
Jumlah ini tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Batang Toru dan Muara Batang Toru.
Gerakan Anak Negeri merupakan yayasan kemanusiaan yang aktif terjun ke wilayah bencana nasional dimulai saat tsunami Aceh pada 2004 silam.
Dilanjutkan saat gempa Nias 2005, erupsi Gunung Merapi, Pangandaran, gempa Palu, Ambon, erupsi Gunung Semeru sampai gempa Cianjur 2022.
Kami mengajak masyarakat bersama-sama berpartisipasi dan membantu korban bencana Sumatera melalui Kita Bisa dengan link https://kitabisa.com/campaign/kemanusiaanuntukacehdansumatera.
Atau bantuan dan donasi bisa disalurkan melalui rekening Bank Mandiri 133-00-3275661-1 atas nama Yayasan Negeri Satu Bangsa.***




