POJOKSATU.id, JAKARTA- Nama Fir'aun kerap dinisbatkan untuk orang yang kejam dan sombong, bahkan itu kerap dijadikan sebagai bahan bullying atau olok-olok.

Fir'aun sdikenal sebagai Raja yang angkuh dan itu sudah populer sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

Korban Bullly itu adalah sahabat Nabi, Ikrimah RA. Ikrimah adalah anak kandung Abu Jahal, seorang kafir yang kaya dan licik, sekaligus kejam.

Alkisah suatu ketika, Ikrimah bin Abu Jahal datang ke Madinah dalam kondisi telah beriman.

Namun sayang, niat baiknya untuk sowan terhadap Rasulullah SAW dan hidup bersama-sama kaum muslimin di Madinah tidak mendapatkan sambutan hangat oleh penduduk setempat.

Ia selalu dicibir dan diolok-olok oleh sebagian warga Madinah.

BACA : Kisah Nu’aiman Bin Amr Sahabat Nabi yang Kerap Bikin ‘Prank’, Membantu Orang dengan Caranya Sendiri

Itu tak lain karena Ikrimah adalah anak biologis Abu Jahal yang dijuluki sebagai Firaun umat manusia masa itu.

“Hadza Fir'aunu hadzihil ummah, atau orang ini adalah Firaun umat ini”, kata Rasulullah saw saat melihat kematian Abu Jahal di tengah-tengah perang Badar, 624 Masehi.

Penisbatan Abu Jahal sebagai Firaun itu menyebabkan anak-anaknya disebut anak Firaun.

Rasa dendam akibat kejahatan Abu Jahal juga berdampak kepada anak-anaknya, termasuk Ikrimah bin Abu Jahal yang disebur anak Firaun.

Sebagai catatan, hadits ini diriwayatkan oleh At-Thabarani dengan para perawi hadits shahih, kecuali Muhammad bin Wahb bin Abi Karimah.

Namun ia adalah perawi yang tsiqah atau terpercaya. Demikian catatan Al-Hafizh Al-Haitsami. (Nurruddin Ali bin Abi BakarAl-Haitsami, Majma'uz Zawaid, [Beirut, Darul Fikr, 1412 H], juz VI, halaman103).

BACA : Kisah Tangisan Nabi Idris, Rasakan Sakitnya Kematian Hingga Melihat Surga dan Neraka

Menjumpai cibiran dan olokan sebagai anak Firaun secara terus-menerus tampaknya Ikrimah tidak tahan dan bergegas mengadukannya kepada Rasulullah saw.

Dalam hal inilah menurut sebagian ulama, akhirnya datang jawaban Rasulullah atas aduan Ikrimah dengan turunnya ayat 11 surat Al-Hujurat yang melarang orang-orang beriman dari mengolok-olok orang lain. Allah berfirman:

yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum lainnya, bisa jadi kaum yang diolok-olok lebih baik daripada kaum yang mengolok-olok; dan janganlah kaum wanita mengolok-olok kaum wanita yang lain, bisa jadi kaum wanita yang diolok-olok lebih baik daripada kaum wanita yang mengolok-olok. Janganlah kalian saling mencela dan saling memanggil dengan panggilan buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan kefasikan setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS Al-Hujurat: 11).

Merujuk penjelasan Imam Abu Abdillah Al-Qurthubi (wafat 671 H) dalam tafsirnya, Al-Jami' li Ahkamil Qur'an, ayat ini memberi pesan utama yaitu hendaknya orang tidak sembarangan mengolok-olok orang lain.

Mengolok-olok orang yang dilihatnya tampak lusuh atau kotor, berpenyakitan di badannya, atau tidak fasih berbicara. Sebab, bisa jadi orang yang diolok-olok lebih ikhlas dan lebih bersih hatinya daripada orang yang mengolok-olok. (mardiana/pojoksatu)