POJOKSATU.id, TANGSEL - Pihak Kelurahan Pondok Cabe Ilir langsung mengecek lokasi hanyutnya Rasam (37) dan Divar (4), warga Pondok Cabe Ilir yang meninggal dunia akibat terseret arus deras saat hujan mengguyur Tangsel kemarin.

Lurah Pondok Cabe Ilir, Munadi meninjau lokasi ayah dan anak hanyut di Jalan Lombok, Pondok Cabe Ilir, Pamulang, RT 06/07. Selokan itu diketahui memiliki lebar saluran air atau got lokasi hanyut sekitar satu meter.

Untuk mencegah peristiwa serupa, Munadi akan memagari selokan itu agar.

“Kami panggil tukang las, pager supaya tidak terjadi lagi kejadian yang sama,” kata Munadi, Senin (22/5/2023).

Munadi menegaskan bahwa selokan itu harus dipagati. Untuk membuat pagar pengaman ia telah memanggil tukang las untuk mengerjakan proyek itu.

BACA: Tim SAR Ungkap Kesulitan Saat Pencarian Balita Hanyut di Tangsel, Meski Akhirnya Ditemukan di Kali Pesanggrahan

Selokan itu sendiri berdampingan persis dengan rumah warga dan akan ditutup pagar di atasnya.

“Tetapi tidak mengganggu aliran sungai, penggunaan jalan dan yang punya tanah,” terangnya.

Pemasangan pagar besi bertujuan agar tak ada lagi anak-anak yang bermain di got setiap hujan deras turun. Munadi menambahkan, kasus serupa pernah terjadi di wilayahnya beberapa tahun silam.

“Iyalah, karena kita pernah juga kejadian noh sebelah barat wilayah kita. Seperti itu sekarang sudah kita pagar,” jelasnya.

Sebelumnya, dua orang terseret arus selokan bernama Rasam (37) dan Divar (4) pada Minggu (22/5/2023) sekitar pukul 18.14 WIB di Jalan Lombok, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan.

Korban atas nama Rasam ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada radius kurang lebih 3 KM dari lokasi kejadian. Sementara Divar, ditemukan keesokan harinya oleh tim gabungan yang lokasinya berjarak 500 meter dari penemuan jasad sang Ayah.

Reporter: Fandi