POJOKSATU.id, JAKARTA-- Kesaksian baru dari Liga Akbar Cahyana, salah satu teman dekat Eky dan Vina Cirebon, mengungkap adanya kejanggalan dalam penanganan kasus ini tahun 2016 lalu.
Liga Akbar Cahyana mencabut BAP (Berita Acara Pemeriksaan) tahun 2016 yang ditandatanganinya karena merasa keterangannya tidak sesuai fakta.
Ia mengaku terpaksa menandatangani BAP tersebut karena tekanan dari pihak kepolisian.
Salah satu kejanggalan yang diungkap Liga Akbar Cahyana adalah percakapannya dengan Iptu Rudiana, ayah kandung Eky.
Rudiana mengajak Liga berbicara empat mata dan menanyakan soal musuh Eky selama ini apakah anaknya memiliki masalah dengan orang lain.
Pada saat itu Rudiana cuma menanyakan soal pakaian yang digunakan Eky apa saja kepada Liga Akbar Cahyana.
Liga pun menyebut nama Rivaldi alias Ucil, salah satu terpidana kasus pembunuhan tersebut.
Saat itu Eky sempat bercerita kepada Liga Akbar yang menanyakan seseorang.
"Aa (Abang) kenal dengan orang ini tidak?" tanya Eky ke Liga waktu itu.
Baca Juga: Kasus Vina Cirebon Munculkan Fakta Baru dari Liga Akbar Cahyana, Eky Minta Rokok Usai Magrib
Lalu Liga menjawab, "Siapa?"
Selanjutnya Eky menyebut nama Rivaldi.
"Kenapa, Ky?" tanya Liga ke Eky.
Eky pun menjawab bahwa ada masalah dengan orang yang bersangkutan.
"Saya ada masalah," kata Liga menirukan ucapan Eky saat itu.
Liga pun bertanya lagi, "Masalah apa?".
Namun saat ditanya ada masalah apa Eky saat itu enggan memberikan jawaban.
Liga mengaku mengenal wajah Rivaldi, meskipun tidak mengenalnya secara personal.
Baca Juga: Rayakan Iduladha di Kampung Ampera, Bey Machmudin Sumbang Sapi dan Domba
Eky pernah menunjukkan foto Rivaldi kepadanya sekitar sebulan sebelum kejadian pembunuhan.
Kejanggalan lainnya adalah isi BAP Liga yang tidak sesuai dengan keterangannya.
Dalam BAP tertulis bahwa ada pelemparan batu dan pengejaran terhadap korban, yang tidak pernah diceritakan oleh Liga Akbar Maulana.
"Di situ disebutkan adanya pelemparan batu dan pengejaran. Ketika penyidik bertanya siapa yang saya lihat, saya tetap menjawab tidak tahu dan bersikeras dengan jawaban itu," kata Liga.
Penyidik saat itu mendesak Liga untuk mengakui hal-hal yang tidak dia ketahui, bahkan sampai membuatnya kebingungan dan terpaksa menandatangani BAP.
"Saya menjawab tidak tahu karena memang tidak tahu," jelasnya.
Kesaksian baru Liga Akbar Cahyana ini menimbulkan kecurigaan adanya rekayasa dalam penanganan kasus Vina Cirebon.
Liga telah memberikan kesaksiannya dalam persidangan di PN Cirebon. Namun, kesaksiannya tersebut berdasarkan BAP yang tidak sesuai fakta.***




