POJOKSATU.ID – Belakangan, kasus penganiayaan Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Sanenrejo 02, Tempurejo, Jember, Jawa Timur belakangan ini kian ramai disorot publik.

Bagaimana tidak, hal ini terjadi usai Muhammad Khobir (55) selaku Kepsek SDN Sanenrejo 02 dikabarkan telah dimutasi.

Sebab, dirinya terbukti melakukan tindak pidana dengan aniaya tiga murid, AD, MN, dan FU hingga babak belur.

Baca Juga: Mau Karier Baru yang Lebih Menjanjikan? Simak Langkah Aman Pindah Kerja Tanpa Bikin Bingung

Namun, kabar mutasi itu justru dinilai orang tua siswa yang jadi korban tidak sesuai dengan perbuatannya.

Oleh karena itu, Intan Wahyu selaku orang tua siswa salah satu korban minta pelaku disanksi lebih berat.

“Mutasi saja tidak cukup. Ini bukan kali pertama,” terangnya yang dikutip Pojoksatu.id dari portal radarsurabaya.jawapos.com.

Baca Juga: Palestina Kecam Pidato Netanyahu di PBB, Disebut Penuh Kebohongan dan Kepalsuan

Perlu diketahui, kasus ini berawal dari para murid yang hendak melangsungkan ujian pada Jumat (26/9/2025).

Yang mana, pengawas pelaksanaan ujian saat itu diketahui merupakan seorang guru agama perempuan.

Namun, saat ujian hendak dilangsungkan, para murid justru sulit diatur hingga menyebabkan suasana kelas kurang kondusif.

Baca Juga: Foton Gandeng Kalista Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia

Menyikapi hal tersebut, guru agama yang seharusnya menjalankan prosedur sebagai tenaga pendidik sontak keluar dari ruangan kelas.

Sebab, berdasarkan informasi beredar, dirinya terlalu letih untuk mengamankan situasi dan kondisi murid saat itu.

Tidak lama setelah keluar dari ruangan, para murid perempuan langsung membujuk gurunya untuk kembali ke kelas.

Baca Juga: Mobil Listrik Mazda EZ-60 Resmi Dipasarkan, Ada Enam Varian, Sentuhan Futuristik dengan Desain Aerodinamis

Namun, sang guru justru tidak mau dan meminta para murid laki-laki yang menyebabkan keributan terlebih dahulu untuk minta maaf kepada dirinya.

Menyikapi hal tersebut, para murid yang diminta untuk menyampaikan permohonan maaf sontak menolak permintaan gurunya.

Hingga akhirnya, kabar tersebut terdengar di telinga Kepsek SDN Sanenrejo 02 yang langsung mengambil langkah tegas.

Baca Juga: Bogor Siapkan Tiga Lokasi untuk Sekolah Negeri Baru, Target Rampung 2026

Tanpa berpikir panjang, Khobir bergegas ke ruang kelas dan langsung melakukan penganiayaan terhadap tiga murid laki-laki.

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov

Silahkan baca artikel dengan nuansa serupa dari penulis: Muhammad Zafran

Demikianlah perkembangan kasus Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Sanenrejo 02 di Jember yang aniaya tiga murid berkahir dimutasi. ***