POJOKSATU.ID - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkap kondisi terkini tingkat kemiskinan di wilayah Papua yang masih menjadi perhatian serius pemerintah.

Dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI, ia menyebut angka kemiskinan di seluruh wilayah Papua masih berada di atas rata-rata nasional.

Saat ini, tingkat kemiskinan nasional tercatat sebesar 8,25 persen. Namun, di Papua, persentasenya jauh lebih tinggi, yang menunjukkan masih besarnya jumlah masyarakat yang hidup dalam kondisi kurang sejahtera.

“Semakin tinggi angkanya, artinya semakin banyak masyarakat yang masuk kategori miskin,” ujar Tito, Senin (13/4/2026).

Baca Juga: KPK Periksa Lima Direktur PIHK Diduga Terkait Fee Jemaah Calon Haji Rp 85,5 Juta Tahun 2023-2024

Meski demikian, Tito juga mengungkap adanya tren positif di beberapa wilayah. Papua Pegunungan menjadi salah satu daerah yang menunjukkan penurunan signifikan.

Angka kemiskinan di wilayah tersebut turun dari 32,97 persen pada 2024 menjadi 27,21 persen.

Selain itu, Papua Barat dan Papua Barat Daya juga mencatat tren perbaikan. Di Papua Barat Daya, tingkat kemiskinan kini berada di kisaran 17,5 persen, yang dinilai sebagai perkembangan positif.

Namun, tidak semua daerah mengalami hal serupa. Tito menyoroti Papua Tengah yang cenderung stagnan dengan angka kemiskinan sekitar 29,45 persen.

Baca Juga: Waduh! Sertifikat IPAS dan SLHS MBG 2026 Marak Ditemukan, Asli atau Mainan?

Kondisi ini menunjukkan hampir sepertiga penduduk di wilayah tersebut masih berada dalam kategori miskin.

Yang lebih mengkhawatirkan, Papua Selatan justru mengalami peningkatan angka kemiskinan. Dari 17,44 persen pada 2024, angka tersebut naik menjadi 19,26 persen pada 2025.

Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa upaya penanganan kemiskinan di wilayah tersebut perlu diperkuat.

Tito menegaskan bahwa kondisi ini harus menjadi perhatian bersama, terutama bagi daerah yang belum menunjukkan perbaikan signifikan.

Menurutnya, pemerintah perlu mencari strategi yang lebih efektif agar tren penurunan kemiskinan dapat merata di seluruh wilayah Papua.

“Yang menurun harus dipertahankan, yang stagnan dan meningkat harus menjadi fokus penanganan,” tegasnya.

Baca Juga: Waduh! UMKM Bisa Kalah Diam-Diam, Ini Dampak Nyata Praktik Nakal Ekspor Impor

Data ini sekaligus menjadi gambaran bahwa meskipun ada kemajuan di beberapa daerah, tantangan pengentasan kemiskinan di Papua masih jauh dari selesai.***