POJOKSATU.id, JAKARTA - Kementerian Kominfo bersama DPR kembali menggelar seminar literasi digital dengan tema “Percepatan Tranformasi Digital Untuk Indonesia Maju”, Rabu (8/3/2023).
Dalam seminar literasi digital tersebut hadir Anggota Komisi I DPR RI, H. Mohammad Idham Samawi, Semuel Abrijani Pangerapan dari Dirjen Aplikasi Informatika (APTIKA) Kementerian Kominfo RI, serta mengundang Nuryadi selaku Ketua DPRD DIY, dan Iwan Setiawan selaku Direkur Utama PT Ruang Ide Komunikasi.
Seminar literasi digital yang dilakukan secara daring ini memiliki beberapa tujuan di antaranya adalah untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan binis, memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh APTIKA, mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya.
BACA JUGA : Kementerian Kominfo Getol Gelar Literasi Digital untuk Perkembangan Ekonomi
Dalam sambutannya, H. Mohammad Idham Samawi menyampaikan, pergerakan media pada saat ini sudah beralih ke media sosial dan ruang digital dimana sudah tidak ada lagi batasan ruang dan waktu, adapun ancaman ancaman di ruang digital terdapat narasi narasi yang bisa memecah belah bangsa yang terserbar secara terstruktur, sistematis dan masif.
"Kita harus melawan dengan cara yang sama misalnya dengan webminar-webminar seperti pada acara ini. Kita harus menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di ruang digital," ungkap dia.
Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan, pesatnya perkembangan teknologi yang semakin maju dengan adanya panedemic covid-19 telah mendorong semua orang berinteraksi dan melakukan berbagai aktivitas melalui platform digital.
BACA JUGA : Kementerian Kominfo Gelar Seminar Ngobrol Bareng Legislator, Bahas Soal Literasi Digital Pelaku UMKM
Sehingga, lanjut dia, kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegas bahwa semua orang berada di era percepatan trasnformasi digital.
Kementerian Kominfo mengemban pada Presiden Jokowidodo sebagai garda terdepan dalam memimpin upaya percepatan transformasi digital bangsa Indonesia.
Dalam mencapai visi dan misi tersebut Kementerian Kominfo berperan sebagai regulator, fasilitatir, eksalator di bidang digital diindonesia.
BACA JUGA : Kementerian Kominfo Beberkan Minta Masyarakat Tak Terprovokasi Berita Hoax Lewat Seminar Ngobrol Bareng Legislator
Dalam rangka menjalankan salah satu mandat tersebut terkait pengembangan SDM digital Kementerian Kominfo, bersama gerakan nasional literasi digital, serta jejaring hadir untuk memberikan perhatian informasi digital yang menjadi kemampuan digital ditingkat dasar bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang baik masyarakat dengan pemerintah agar masyarakat tidak tertinggal dalam proses percepatan transformasi digital," kata dia dalam seminar literasi digital itu.
Nuryadi sebagai Ketua DPRD DIY juga menambahkan, jika dahulu stasiun TV bisa dihitung jari tapi dengan percepatan transmoformasi digital ini semua individu saat ini bisa membuat berita instan dengan mudah.
"Perlu diingat bahwa tranformasi digital ini tidak boleh meninggalkan ideologi kita pada saat ini. Transformasi digital ini tidak boleh keluar dari koridor-koridor nilai kebangsaan apabila hal ini terjadi dimana pada seperti saat ini banyak hoax bertebaran, ujaran kebencian yang banyak kita saksikan di platform media sosial pada saat ini," tambah dia.
Maka dari itu DIY, sambungnya, untuk menerapkan Pendidikan Pancasila di semua jenjang Pendidikan. "Semoga inisiasi ini bisa menukar didaerah lain juga," tandas dia.
Iwan Setiawan juga mmenyampaikan, perkembangan teknologi ke arah serba digital saat ini semakin pesat.
Pada era digital seperti ini, manusia secara umum memiliki gaya hidup baru yang tidak bisa dilepaskan dari perangkat yang serba elektronik.
Teknologi menjadi alat yang mampu membantu sebagian besar kebutuhan manusia.
Teknologi telah dapat digunakan oleh manusia untuk mempermudah melakukan tugas dan pekerjaan.
Peran penting teknologi inilah yang membawa peradaban manusia memasuki era digital. Era digital telah membawa berbagai perubahan yang baik sebagai dampak positif yang bisa gunakan sebaik-baiknya.
Namun, kembali kata dia, dalam waktu yang bersamaan, era digital juga membawa banyak dampak negatif, sehingga menjadi tantangan baru dalam kehidupan manusia di era digital ini. Tantangan pada era digital telah pula masuk ke dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, keamanan, dan teknologi informasi itu sendiri.
"Maka tidak ada pilihan lain selain menguasai dan mengendalikan teknologi dengan baik dan benar agar memberi manfaat yang sebesar-besarnya," kata dia.
Menurutnya, transformasi digital merupakan perubahan yang berhubungan dengan penerapan teknologi digital dalam semua aspek kehidupan masyarakat.
"Perlu perubahan mendasar dari pola kerangka kerja yang sudah ditetapkan dalam suatu organisasi (business as usual) yang masih menggunakan cara lama ke cara-cara berfikir yang tidak biasa sehingga menghasilkan suatu ide atau solusi yang fresh, dan memiliki potensi dapat membawa perubahan (out of the box) dengan bantuan teknologi digital," terang dia dalam seminar literasi digital.



