POJOKSATU.id, JAKARTA-- Keberanian TNI mencabut baliho calon presiden Ganjar yang menyalahi aturan di tanah lahan TNI di Muara Teweh Barito Utara, Kalteng, diapresiasi anggota DPR RI.

Anggota Komisi 1 DPR RI Almuzzammil Yusuf menilai, pencabutan baliho yang menyalahi aturan ini merupakan bukti konkret dari netralitas TNI dalam menghadapi momentum Pilpres dan Pilkada ke depan.

Ketua Polhukam DPP PKS Almuzzammil Yusuf menyambut baik tindakan TNI yang menjunjung tinggi netralitas dalam proses demokrasi di Indonesia.

Tindakan ini sejalan dengan amanat Undang-Undang bahwa TNI dan Polri wajib menjaga netralitas dalam pelaksanaan Pemilu, baik Pilpres maupun Pilkada.

"Netralitas ini merupakan bagian penting dari upaya melahirkan Pemilu yang berlangsung dengan lancar, jujur, dan adil," kata Almuzammil, Senin (17/7).

Almuzammil berharap perbuatan yang dilakukan dapat menjadi contoh bagi seluruh aparat TNI dan Polri di seluruh wilayah Indonesia.

Bagi Almuzammil, netralitas dalam Pemilu merupakan salah satu prinsip utama yang harus dijunjung tinggi oleh institusi Pertahanan dan keamanan dalam mendukung proses demokrasi yang berkualitas.

Dia berharap, pelaksanaan Pemilu 2024 akan semakin memperkuat demokrasi Indonesia dan integritas proses demokrasi itu sendiri.

Anggota DPR RI dapil Lampung ini mengajak semua pihak, termasuk masyarakat, untuk secara bersama-sama menjaga netralitas dan integritas Pemilu. (ikror/pojoksatu)