POJOKSATU.ID – Belum lama ini publik tengah dihebohkan dengan insiden di Universitas Terbuka (UT) Purwokerto, Jawa Tengah.

Yang mana, salah seorang siswi SMKN 3 Banyumas MA (17) dikabarkan telah meninggal dunia di gedung kampus tersebut.

Berdasarkan informasi dihimpun, korban berakhir tewas usai terjatuh dari ketinggian lantai 4 gedung UT Purwokerto.

Baca Juga: Heboh! Puslapdik Temukan Data Masa Kerja Guru Non ASN yang Tidak Masuk Akal di Dapodik, Hingga 132 Tahun

Menyikapi hal ini, Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 3 Banyumas, Heppy Budi Kurniawan turut menanggapi kasus tersebut.

Sebagaimaa dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik @MarshallShady pada Sabtu (2/8/2025).

Dalam unggahannya, Heppy menuturkan bahwa pada hari kejadian, korban diketahui izin tidak masuk ke sekolah.

Baca Juga: Sosok Dua Siswi SMKN 1 Gowa yang Dikeluarkan Imbas Acungkan Jari Tengah ke Guru Ternyata Baru Seminggu Sekolah

“Ananda MA hari ini izin tidak masuk. Kami juga kaget saat mendapat kabar duka ini,” terangnya saat dikonfirmasi awak media.

Kepsek SMKN 3 Banyumas ini juga menambahkan terkait keberadaan korban di gedung UT Purwokerto.

Yang mana, dirinya menyebutkan bahwa kehadiran korban di gedung kampus tersebut tidak ada kaitannya dengan agenda sekolah.

Baca Juga: Merasa Ditipu, Pemilik STIE GICI Bekasi Laporkan Pengurus Korpri

Menurutnya, MA berada di gedung UT Purwokerto tidak lain lantaran bertugas sebagai asisten tata rias para penari.

Seperti diketahui, kampus swasta tersebut baru saja meresmikan gedung baru pada Kamis (31/7/2025) kemarin.

“Itu bukan agenda sekolah. Informasi yang kami terima, ia sedang membantu sanggar, bukan dalam rangka kegiatan sekolah,” jelasnya.

Baca Juga: Kronologi Kasus Siswi SMKN 3 Banyumas Tewas Usai Jatuh dari Lantai 4 Gedung UT Purwokerto

Lebih lanjut, Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Andryansyah Rithas Hasibuan juga turut menanggapi kasus tersebut.

Rithas menuturkan bahwa insiden ini bermula saat korban diketahui tengah berkunjung ke gedung baru UT Purwokerto.

Bukan tanpa sebab, kunjungannya itu tidak lain terkait pekerjaan sebagai asisten tata rias penari dalam acara peresmian gedung baru kampus tersebut.

Baca Juga: Pertanyakan Verifikasi Ulang Gaji Guru Non ASN Pemiliki SK Inspassing Guru, Begini Alasanya!

Sebelum insiden tragis berlangsung, korban diketahui sempat mengantarkan temannya yang hendak merias di tempat lain.

“Di sana ada peresmian gedung UT. Lalu ada pertunjukan tarian di lantai 4 ada panggung. Awalnya dia (korban) mau mengantarkan temannya,” jelasnya.

“Karena di situ nggak tahu jalan mau turun, jadi diantarkan sampai lift karena mau ada rias juga di tempat lain,” lanjutnya.

Baca Juga: Puslapdik Lakukan Verifikasi Ulang Gaji Guru Non ASN Pemilik SK Inpassing, Akankah Dibuka Kembali?

Setelah mengantarkan temannya, korban diketahui bergegas kembali ke panggung yang berada di lantai 4.

Namun, tidak tahu mengapa, siswi SMKN 3 Banyumas itu terjatuh dari ketinggian belasan meter tersebut hingga mengalami luka serius.

Hal itu diketahui teman korban yang baru saja diantar olehnya saat berada di lantai bawah mendapati kerumunan di area kampus.

Baca Juga: Terapkan Belajar 5 Hari di Sekolah, Pemprov Sumut Klaim Berdampak Positif untuk Pendidikan dan Ekonomi

Saat mengecek Tempat Kejadian Perkara (TKP), dirinya sontak terkejut lantaran yang jatuh dari lantai 4 tersebut ternyata temannya sendiri.

“Lalu setelah itu dia (korban) mau ke panggung lagi. Pas temannya sampai ke bawah tahu-tahu sudah ramai orang, ternyata temannya yang mengantar itu (jatuh),” terangnya.

“Dari informasi awal temannya itu, setelah mengantar sampai lift temannya (korban) mau balik ke panggung. Tapi tahu-tahu sesaat mungkin terjatuh,” lanjutnya. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov