POJOKSATU.ID – Belum lama ini kasus Priya Nailuredha Thoriq (16) siswa SMAN 6 Garut, Jawa Barat tengah ramai disorot publik.

Seperti diketahui, Priya Nailuredha Thoriq dikabarkan telah meninggal dunia usai melakukan aksi bunuh diri.

Yang mana, dirinya melakukan hal nekat tersebut lantaran terlanjur depresi karena kerap kali jadi korban bullying di sekolah.

Baca Juga: Sebelum Tewas Bunuh Diri, Priya Nailuredha Thoriq Disebut Oknum Guru SMAN 6 Garut Tak Dididik Orang Tua

Tidak heran, insiden ini menorehkan luka yang cukup dalam bagi pihak keluarga korban yang ditinggalkan.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial milik ibu Priya, Fuji Lestari pada Jumat (18/7/2025).

Dalam unggahannya, dirinya memberi cuitan diduga terkait sosok pelaku perundungan terhadap putranya.

Baca Juga: OTT PUPR Sumut di Madina, Apa Peran Pemilik Sparepart Daihatsu Sidimpuan Hingga Diperiksa KPK

Menurutnya, pelaku yang telah menyebabkan anaknya nekat bunuh diri itu tidak akan terlepas dari hukuman akhirat.

“Silahkan mencari aman dengan cara apapun, silahkan menutup mata, menutup telinga, dan menutup mata hati dari kebaikan,” jelasnya.

“Malaikat yang diutus Allah tidak pernah tidur, tidak pernah lupa dan tidak pernah memandang siapapun,” lanjutnya.

Baca Juga: Gelar Harkopnas, Dekopinwil Jatim bikin Gebyar UMKM dan Libatkan 2.025 Penari

“Silahkan berpura-pura lupa dengan hukum Allah, jalur langit selalu mengaminkan doa orang yang terdzolimi,” imbuhnya.

Perlu diketahui, kasus ini telah mendapatkan atensi langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Yang mana, Dedi menuturkan bahwa pihaknya akan mendalami kasus tersebut guna menguak fakta sesungguhnya.

Baca Juga: Tarif AS 19 Persen, EU CEPA 0 Persen : AEKI-Mendag Sepakat Dorong Peningkatan Devisa dari Ekspor Biji Kopi dan Roasted

Sebab, pihak SMAN 6 Garut diketahui menyatakan dengan tegas tidak adanya aksi bullying di sekolah.

“Tadinya kita mau langsung melakukan konsiliasi mencari jalan tengah, tetapi karena keduanya merasa benar maka kita tempuh jalur investigasi pendalaman,” jelasnya. ***