POJOKSATU.id, TANGSEL— Guru SMKN 5 Tangsel, Heri Dedi Wijaya, telah dinonaktifkan oleh kepala sekolah, Rohmani Yusuf, usai ratusan siswa menggelar demo di sekolah, Senin (23/9).
Kasus Heri Dedi Wijaya merupakan dugaan perbuatan asusila terhadap anak didiknya di Pramuka tahun 2010 dan 2016 lalu.
Dan kasus dugaan asusila ini kembali mencuat usai Heri Dedi Wijaya mendapatkan penghargaan Pramuka, Pancawarsa III, dari Kwarcab Kota Tangsel, Banten.
Dan salah seorang wali murid tidak menyetujui pemberian penghargaan ke Heri Dedi Wijaya dan ini juga telah memicu demo ratusan siswa di sekolah tersebut.
Saat ini Heri Dedi merupakan guru SMKN 5 Kota Tangsel yang bertugas sebagai Pembina OSIS dan Pembina Pramuka.
Salah satu orang tua murid dengan akun Instagram @boimbomi menuliskan kasus Heri Dedi ini pada 21 September 2024.
Muhammad Raa dalam Instagramnya @boimbomi menegaskan bahwa ia terkejut dan marah besar usai mengetahui sosok guru Heri Dedi mendapatkan penghargaan Pancawarsa III dari Kwarting Serpong.
“Saya rasa ini menghinakan korban dan akal sehat saya, tidak ada lagi alasan kenapa saya harus bertahan menjadi anggota organisasi pendidikan yang menaungi predator anak,” tambah akun Instagram @boimbomi.
Baca Juga: Kerusuhan Pecah Usai Laga Persib vs Persija, Tragedi Kanjuruhan Tinggal Cerita
Padahal, diungkap pula bahwa Heri Dedi Wijaya juga memiliki anak perempuan, bahkan ia larang anaknya untuk mengikuti kegiatan Pramuka di sekolahnya.
Dalam unggahannya, ia memberikan pernyataan tegas bahwa dirinya memutuskan keluar dari Pramuka, lantaran salah satu pembina Pramuka yang diduga melakukan kejahatan seksual malah diberi penghargaan Pramuka.
“Selamat tinggal Pramuka,” tulis akun Instagram @boimbomi, dikutip Senin (23/9).
Akun @boimbomi ini menuturkan sejumlah pengakuan korban aksi kejahatan guru Dedi yang telah dilakukan sejak 2010 silam.
Guru Dedi juga disebut melakukan kejahatan seksual terhadap pelajar binaannya dalam acara Jambore Cabang Pramuka 2016.
Aksinya ini mendapatkan sanksi berupa pemberhentian jabatan di Gerakan Pramuka selama 5 tahun.
Namun di tahun 2024 ini, Pria kelahiran 10 Juli 1980 ini justru kembali menjadi pembina Pramuka di SMKN 5 Tangsel, bahkan menerima penghargaan dari Kwarcab Kota Tangsel sebagai Pancawarsa III.
Heri telah menikah dan dikaruniai tiga orang anak yakni satu putri dan dua putra.
Profesi sebagai guru dimulai sejak tahun 2012 dengan mengajar siswa kelas 10 dan 12 dalam mata pelajaran Matematika dan IPA.***




