POJOKSATU.ID – Kasus dugaan pungutan liar (pungli) di lingkunagan SMKN 1 Bangun Purba, Rokan Hulu (Rohul), Riau kian ramai disorot publik.
Seperti diketahui, salah seorang siswa berinisial RL dikabarkan telah menjadi korban pungutan liar (pungli) oknum guru SMKN 1 Bangun Purba.
Yang mana, RL menggadaikan Handhphone (HP) miliknya untuk membayar iuran praktik demi bisa ikut ujian sekolah.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Keluarkan Kebijakan Baru untuk Guru di Jawa Barat: Tidak Boleh Ada PR
Melihat fenomena ini, Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra, menetapkan siswa SMKN 1 Bangun Purba itu sebagai adik angkat.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media riaupos.jawapos.com pada Kamis (5/6/2025).
Dalam artikelnya, Emil dikonfirmasi telah mendeklarasikan dirinya sebagai sosok abang angkat RL.
Baca Juga: Polisi Kerahkan Keamanan Pasukan Saat Laga Timnas VS China, 3.270 Personel Diturunkan
Tidak hanya itu, Kapolres Rohul ini juga menjembatani proses pendidikan siswa tersebut yang baru saja diangkatnya jadi keluarga.
Diketahui, fenomena ini terjadi saat Emil tengah berkunjung ke kediaman RL pada Selasa (3/6/2025).
“Orang nomor satu di Polres Rohul itu menyatakan di hadapan ibu kandung siswa kelas X (RL),” jelas dikutip.
“Yang tertunda mengikuti ujian kenaikan kelas di SMKN 1 Bangun Purba itu, menjadikan sebagai adik angkat dari AKBP Emil Eka Putra,” lanjutnya.
Perlu diketahui, rasa simpati ini hadir di hidup Emil usai dirinya mendengar kabar terkait kasus RL.
Yang mana, kabar tersebut beredar tidak lama setelah RL mengunggah video curhatan di media sosial.
Baca Juga: Disdik Riau Tanggapi Kasus Plh Kepsek SMKN 1 Bangun Purba Diduga Pungli: Praktik Ini Jelas Dilarang!
Dalam video tersebut, dirinya tampak menjelaskan bahwa telah menjadi korban ketamakan oknum guru SMKN 1 Bangun Purba.
Sebab, RL mengaku bahwa dirinya tidak boleh mengikuti ujian pada Senin (2/6/2025) lantaran belum membayarkan uang iuran.
Oleh karena itu, demi bisa mengikuti ujian, ssiwa SMKN 1 Bangun Purba ini sontak menggadaikan ponsel miliknya.
Baca Juga: Musda ke-2 CB150X ADV.ID Jabar Meriah! Ratusan Bikers Kumpul di Bandung
“Saya ingin menyampaikan, kalau saya tidak bisa ikut ujian, karena belum melunasi uang praktik sebesar Rp240 ribu,” jelasnya.
“Saya sempat menangis, karena mau ikut ujian sekolah. Saya ambil inisiatif pergi ke salah satu conter ponsel,” lanjutnya.
“Untuk menggadaikan handphone dan langsung ke sekolah membayar uang praktik,” imbuh RL dalam video. ***



