POJOKSATU.id - Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus terjadi, jumlah pengungsi tercatat mencapai 13 ribu jiwa.

Bantuan logistik pun terus disalurkan untuk para korban di area pengungsian yang tersebar di sejumlah titik.

Kapal perang milik TNI AL turut dikerahkan untuk membantu korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

TNI AL menegrahkan KRI Teluk Ende-517 armada tempur berjenis Landing Ship Tank (LST) ini akan mendistribusikan bantuan bagi para pengungsi.

Kapal perang yang satu ini memang tergolong armada yang sudah berusia tua namun tetap dapat diandalkan.

KRI Teluk Ende-517 merupakan kapal buatan Korea yang telah berlayar sejak 1982.

Saat menjalankan misinya, KRI Teluk Ende-517 biasanya digunakan sebagai pengangkut tank-tank militer TNI.

Baca Juga: Baru Saja Vonis Bebas, BABAK BARU Guru Supriyani Dimulai, Sempat Dipenjara dan Lama dalam Tekanan, Kuasa Hukum Bersiap MENUNTUN BALIK

Kapal ini mampu membawa 12 unit tank dalam sekali pelayaran.

Selain itu, kapal ini juga biasa digunakan untuk pasukan atau pasukan amfibi Korps Marinir.

KRI Teluk Ende-517 merupakan salah satu armada yang masih diandalkan oleh TNI Al.

Kapal ini mampu membawa 12 unit tank dalam sekali pelayaran.

Tak hanya memiliki kapasitas besar, KRI Teluk Ende-517 juga dilengkapi dua mesin yang mampu mendorong kapal tersebut berlayar dengan kecepatan sampai 15 knots.

Dilansir dari JawaPos.com, bagian sistem persenjataan kapal perang ini memiliki dua unit meriam kaliber 40 milimeter dan dua unit meriam kaliber 20 milimeter.

Kemudian pada bagian lambung kanan dan kiri diperkuat dengan meriam kaliber 12,7 milimeter.

Dalam pelayarannya, kapal perang ini sudah melaksanakan berbagai tugas seperti Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Salah satunya pada Juli 2024, kapal perang ini mengangkut prajurit Korps Marinir yang melaksanakan tugas dalam operasi dengan sandi Operasi Trisila 2024.

Selain digunakan untuk keperluan militer, KRI Teluk Ende-517 juga kerpa diterjunkan untuk misi kemanusiaan seperti mengangkut logistik untuk korban erupsi Gunung Lewotobi.***