Jakarta, POJOKSATU.id - Penggemar Windah Basudara dibuat bertanya-tanya setelah kanal YouTube kreator gaming tersebut mendadak menampilkan sejumlah thumbnail bergambar sosok misterius dengan pesan yang mengklaim telah meretas akun.

Perubahan yang terjadi pada Jumat, 30 Oktober 2026 itu langsung memancing perhatian warganet. 

Pasalnya, kanal milik Brando Franco Windah tersebut memiliki sekitar 20,6 juta subscriber.

Gambar sosok berhoodie yang duduk di depan laptop muncul pada beberapa thumbnail video. 

Pesan di dalamnya bahkan secara terang-terangan mengklaim bahwa kanal tersebut telah diretas.

Bagian deskripsi kanal juga dilaporkan mengalami perubahan. 

Kali ini, pesan bernada politis turut muncul dan membuat dugaan pengambilalihan akun semakin ramai dibicarakan.

"Akun Youtube ini telah kami RETAS! Jangan macam-macam dengan kami dan stop FOTO POLITIK!," tulisan di deskripsi Youtubenya.

Perbincangan itu ikut menarik perhatian musisi Baskara Putra, yang dikenal lewat proyek musik Hindia. Melalui akun X @wordfangs, ia mempertanyakan kondisi kanal YouTube Windah.

"youtube windah kena hack?" tulis Baskara dalam unggahannya, Jumat, 30 Oktober 2026.

Cuitan tersebut kemudian mendapat banyak perhatian. Pakar keamanan siber sekaligus pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto, juga merespons unggahan Baskara.

Melalui akun X @secgron, Teguh menawarkan bantuan untuk proses pemulihan atau recovery akun YouTube Windah. 

Dugaan Peretasan Dikaitkan dengan Aktivitas Windah

Di tengah ramainya pembahasan, sebagian warganet menghubungkan perubahan kanal tersebut dengan aktivitas Windah belakangan ini.

Windah memang tengah menjadi sorotan setelah menyuarakan kampanye digital bertajuk "Melawan Buzzer Rezim". 

Melalui kampanye itu, ia mengajak para clipper atau pembuat potongan video untuk menyebarluaskan dokumentasi aksi mahasiswa, akademisi, aktivis, dan masyarakat pada 28 Oktober 2026.

Ajakan tersebut disampaikan melalui Instagram Story pada Rabu, 28 Oktober 2026. 

Sebelumnya, Windah juga sempat menyuarakan kepedulian terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan.

Dalam siaran langsung pada 12 Oktober 2026, ia membahas kondisi hutan dan satwa yang terdampak kebakaran. 

Windah turut menyinggung kemungkinan alih fungsi lahan bekas kebakaran menjadi perkebunan kelapa sawit.

Pernyataannya menuai beragam tanggapan. Bahkan, sejumlah akun media sosial menuding dirinya menerima bayaran untuk menyuarakan isu lingkungan tersebut. 

Windah kemudian membantah tuduhan itu melalui Instagram Story akun pribadinya.***