PANYABUNGAN, POJOKSATU.id, Kondisi kabut asap masih pekat di Mandailing Natal (Madina), Sumut, hingga Sabtu (17/10/2026).

Siswa Taman Kanak-kanak (PAUD), SD, SMP hingga SMA akan tetap libur sekolah dan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Senin (19/10) hingga Rabu (21/10).

Madina sebelumnya sudah menerapkan PJJ sejak Kamis hingga Sabtu (17/8).

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Madina dr Faisal Situmorang, Sabtu (17/10), menyebutkan, surat edaran perpanjangan PJJ sudah dikeluarkan pada Jumat (16/10).

“Evaluasi untuk kabupaten sesuai arahan Sekda akan digelar Senin yang dipimpin Pak Bupati. Sementara situasi saat ini mengikuti instruksi Pak Gubernur. Perpanjangan PJJ dilaksanakan sampai Rabu,” ujar Faisal Situmorang.

Dalam surat edaran PJJ yang dikeluarkan Disdikbud Madina, satuan pendidikan PAUD/TK, SD, dan SMP memperpanjang pelaksaan PJJ hingga 21 Oktober menyesuaikan kebijakan yang ditetapkan Pemprov Sumut.

Sementara Kepala Badan (Kaban) BPBD Madina, Mukhsin Nasution, Sabtu (17/10) menyebutkan, jika merujuk pada Keputusan Gubernur Sumut Bobby Nasution, PJJ di Sumatera Utara masih berlangsung hingga Rabu (21/10).

“Kita nanti akan rapat kecil dengan Pak Sekda beserta stakeholder terkait pada jam 4 sore. Ini sedang membuat rancangannya, kalau PJJ diperpanjang dasarnya apa, dan kalau PJJ dihentikan dasarnya apa,” ujarnya.

Modifikasi Cuaca Mulai Jumat

Bupati Madina Saipullah Nasution dihubungi via WhatsApp (WA) menyebutkan bahwa sesuai info dari BPBD Sumut, modifikasi cuaca sudah dilaksanakan sejak Jumat (16/10) dan akan dilaksanakan seminggu ke depan.

“Sesuai dengan konfirmasi dengan BPBD Sumut bahwa modifikasi cuaca sudah dilaksanakan mulai Jumat kemarin hingga seminggu ke depan di seluruh langit kota/kabupaten di Sumatera Utara,” kata Bupati meneruskan laporan yang dia terima.

Dalam keterangan itu, Bupati juga menyebutkan bahwa modifikasi cuaca dilaksanakan dengan teknik menaburkan NaCL (garam kimia) di gumpalan awan agar turun hujan untuk mengurangi kabut asap.

Sementara Kaban BPBD Madina Mukhsin Nasution menyebutkan bahwa proses modifikasi cuaca untuk wilayah Madina sekitar dilaksanakan pada malam hari.

Menurutnya, ada dua pihak yang melaksanakan modifikasi cuaca saat ini di Sumatera Utara yaitu dari pihak swasta dalam hal ini Inalum, dimana lokasi mereka di sekitaran Danau Toba.

Sementara dari pemerintah dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau BPBD Sumatera Utara.

“Dilaksanakan malam hari biar tidak bertabrakan dengan jadwal yang dari Inalum,” ujarnya.

Menurutnya, modifikasi cuaca ini menggunakan pesawat atau helikopter dari BNPB yang terbang dari Bandara Kualanamu Deli Serdang dan kembali mendarat di Bandara Kualanamu usai melaksanakan tugasnya.

“Tidak ada kendala kalau masalah bandara karena dia kan dari Kualanamu dan kembali ke Kualanamu,” ujarnya.

Mukhsin juga menjelaskan bahwa modifikasi cuaca dilaksanakan di daerah-daerah yang ada benih awan, sehingga tidak ada jadwal yang ditetapkan dari BNPB ke daerah tertentu.

“Datanya dari BMKG, kalau ada gumpalan awan di daerah itu lalu ditaburi garam Natrium Klorida (NaCL). Tidak ada jadwal yang ditetapkan untuk satu daerah,” jelasnya.***