MEDAN, POJOKSATU.id - Sebanyak 33 kabupaten dan kota di Sumatera Utara (Sumut) dilanda kabut asap pekat sejak Selasa (13/10) lalu.
Menyikapi ini, Gubernur Sumut Bobby Nasution menyebut akan melakukan operasi modifikasi cuaca selama tiga hari ke depan.
“Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah kami lakukan sebagai upaya mengatasi kabut asap di Sumatera Utara. Operasi ini berlangsung selama tiga hari ke depan, dengan penyemaian Natrium Klorida (NaCl) atau garam ke awan,” ungkap Bobby Nasution di lihat Sabtu (17/10) di akun Facebook pribadinya.
Menurutnya, penyemaian ini bertujuan membantu proses pembentukan dan pertumbuhan butiran air di dalam awan agar mempercepat proses hujan.
“Kami berharap upaya ini dapat membantu menurunkan hujan sehingga kabut asap berkurang dan kualitas udara membaik,” jelas Bobby.
Sebelumnya, Bobby menyebut, Pemprov Sumut melakukan modifikasi cuaca untuk meningkatkan curah hujan, sehingga kabut asap kebakaran hutan dan lahan dapat berkurang.
"Hari ini sampai besok, kami sudah mencoba untuk modifikasi cuaca agar bisa menurunkan hujan di wilayah Sumatera Utara. Hari ini, kami coba di kawasan Danau Toba," kata Bobby usai peluncuran operasional bus perintis gratis bagi pelajar di halaman SMA Negeri 1 Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Kamis.
Selain di kawasan Danau Toba, lanjut Bobby, teknologi modifikasi cuaca ini bakal dilakukan di beberapa daerah secara bertahap seluruh wilayah Sumatera Utara.
"Untuk daerah lainnya di beberapa wilayah di Sumatera Utara akan dilakukan secara bertahap," jelas Bobby.
Gubernur juga mengakui, Pemprov Sumut telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam penanganan kabut asap kiriman tersebut.
Terutama, penggunaan metode dry ice atau es karbon dioksida yang padat membantu mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan.
"Tadi kita sudah komunikasi dengan Gubernur Sumatera Selatan, yang hari ini juga sudah membuat dry ice mengangkat asapnya
biar bisa naik. Tidak berbahaya asapnya turun ke darat, melalui teknologi yang ada," tutur Bobby.***








