POJOKSATU.ID - Kabar duka menyelimuti institusi Kepolisian Republik Indonesia.

Meriyati Hoegeng, istri almarhum Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso, meninggal dunia pada Selasa, 3 Februari 2026.

Sosok yang akrab disapa Eyang Meri itu menghembuskan napas terakhir di usia 100 tahun.

Baca Juga: Menutup Seabad Perjalanan, Eyang Meri Hoegeng Wafat di Usia 100 Tahun, Publik Berduka

Eyang Meri wafat setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.

Kepergian istri salah satu tokoh paling dihormati dalam sejarah Polri ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, institusi kepolisian, serta masyarakat luas.

Semasa hidupnya, Eyang Meri dikenal sebagai figur sederhana dan bersahaja.

Baca Juga: Rusia Siap Rekrut Lulusan SMK Indonesia, Dilatih Dua Tahun dan Digaji hingga Rp43 Juta per Bulan

Ia mendampingi Jenderal Hoegeng, Kapolri periode 1968–1971, yang hingga kini dikenang sebagai simbol kejujuran, integritas, dan ketegasan dalam penegakan hukum.

Meski berada di lingkaran kekuasaan pada masanya, Eyang Meri tetap menjalani kehidupan yang jauh dari kemewahan.

Kesederhanaannya bahkan kerap disebut sebagai cerminan nilai-nilai yang dipegang teguh oleh Jenderal Hoegeng selama memimpin Polri.

Baca Juga: Pemkab Bima Siapkan Gaji PPPK Paruh Waktu, Nominalnya Rp300 Ribu hingga Rp2 Juta

Kabar wafatnya Eyang Meri disampaikan oleh pihak keluarga dan dibenarkan oleh lingkungan Polri.

Sejumlah tokoh dan anggota kepolisian turut menyampaikan ucapan belasungkawa atas kepergian perempuan yang menjadi saksi perjalanan panjang institusi Polri tersebut.

Jenazah Eyang Meri rencananya akan disemayamkan di Pesona Khayangan, Depok, Jawa Barat.

Masyarakat, kerabat, serta kolega keluarga diberikan kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum prosesi pemakaman.

Sesuai rencana, Eyang Meri akan dimakamkan di Taman Makam Giri Tama Tonjong, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 4 Februari 2026.

Baca Juga: Sidang Ijazah Jokowi di PN Solo, Teman KKN di Desa Ketoyan Rince Dwijaja Beri Kesaksian Menguatkan

Lokasi pemakaman tersebut juga menjadi tempat peristirahatan terakhir sang suami, Jenderal Hoegeng Iman Santoso.

Kepergian Eyang Meri menandai berakhirnya satu generasi yang menjadi bagian penting dalam sejarah Polri.

Sosoknya kerap dikenang bukan hanya sebagai istri seorang jenderal, tetapi juga sebagai perempuan tangguh yang setia mendampingi perjuangan suaminya dalam menjaga marwah institusi kepolisian.

Baca Juga: Inovasi Edukasi Safety Riding Astra Honda Raih Pengakuan Internasional di Asia-Oceania

Warisan nilai kesederhanaan, kejujuran, dan keteladanan yang melekat pada keluarga Hoegeng diharapkan tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus, khususnya di lingkungan Polri.***