POJOKSATU.id, JAKARTA – Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) berencana menghadiri pemakaman Mantan Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyeh, yang tewas dirudal di Teheran, Iran, oleh Zionis Israel.
Jusuf Kalla akan terbang ke Qatar untuk menghadiri pemakaman Ismail Haniyeh, Kamis (1/8). Ismail kini menjadi pemimpin politik Hamas yang berpengaruh.
JK menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Haniyeh dalam serangan di Teheran, Iran, Rabu pagi.
Ia menyebut Haniyeh merupakan sosok yang baik, pintar dan berjuang untuk rakyat Palestina melalui bidang politik.
Baca Juga: Pemerintah Indonesia Kecam Pembunuhan Terhadap Ismail Haniyeh oleh Israel di Teheran
"Semoga arwah beliau berada di sisi Allah SWT. Kita semua tentunya mendukung perjuangan Hamas untuk memerdekakan negerinya. Semoga semuanya mendapatkan perlindungan dari Allah SWT," kata Jusuf Kalla.
Pernyataan JK diketahui saat dihubungi mantan Ketua MUI, Din Syamsuddin, melalui sambungan telepon dalam konferensi pers Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) terkait kematian Haniyeh, Rabu (31/7) malam.
Jusuf Kalla akan terbang ke Qatar untuk menghadiri pemakaman Ismail Haniyeh dan akan berangkat hari ini, Kamis (1/8).
"Saya mau berangkat besok malam," kata JK melalui telepon yang diperdengarkan Din Syamsuddin.
Baca Juga: Kuping Trump
JK dikenal dekat dengan pemimpin dan kelompok besar di Timur Tengah, termasuk di Palestina.
Belum lama ini, JK bahkan sempat bertemu dengan Haniyeh di Doha, Qatar.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada 12 Juli lalu itu, JK menyampaikan bela sungkawa kepada rakyat Palestina yang menjadi korban selama konflik. Ia menegaskan sikap solidaritas serta dukungan bangsa Indonesia untuk kemerdekaan Palestina.
Haniyeh rencananya akan dimakamkan di Doha, Qatar.
Seperti dilansir Anadolu Agency, hingga kini Iran, Hamas, maupun Qatar belum mengeluarkan pernyataan resmi soal waktu dan pemakaman Ismail Haniyeh.
Haniyeh berada di Teheran sejak Selasa (30/7) untuk menghadiri pelantikan presiden baru Iran Masoud Pezeshkian. Dia juga bertemu dengan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Haniyeh tinggal di pengasingan dan berpindah antara Turki dan Qatar. Dia bergabung dengan Hamas pada tahun 1987, saat peristiwa Intifada Pertama.
Sebelumnya, Otoritas Penyiaran Israel, KAN pada Rabu, melaporkan bahwa kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, dibunuh oleh rudal dari luar wilayah Iran.***




