POJOKSATU.ID - Prestasi membanggakan ditorehkan atlet balap sepeda asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rendy Varera Sanjaya.
Pemuda asal Desa Blabak, Kecamatan Kandat, itu sukses mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali emas dan perak pada ajang SEA Games 2025 yang digelar di Thailand.
Rendy tampil gemilang di dua nomor bergengsi cabang balap sepeda.
Baca Juga: BLT Kesra Tahap 2, Diperuntukkan bagi Penerima Tahap 1 yang Sempat Ditidaklayakkan
Ia berhasil naik podium pada kategori Cycling Cross Country Eliminator serta Cycling Mountain Bike Men’s Downhill, dua nomor yang dikenal menuntut teknik tinggi, keberanian, dan fisik prima.
Namun di balik gemerlap medali yang kini dibawanya pulang, tersimpan kisah perjuangan yang menyentuh.
Demi bisa tampil maksimal di nomor Downhill, Rendy rela menjual mobil pribadinya untuk membeli sepeda khusus yang sesuai dengan spesifikasi dan standar kompetisi internasional.
Baca Juga: Pemerintah Prioritaskan PPPK Pendidikan, Seleksi CPNS Masih Tunggu Arahan Pusat
“Kalau mau bersaing di level internasional, sepedanya tidak bisa sembarangan. Saya harus ambil keputusan besar,” ungkap Rendy, dikutip pojoksatu.id dari BeritaSatu.com (21/12/2025).
Keputusan tersebut bukan hal mudah. Sepeda Downhill berstandar kompetisi memiliki harga ratusan juta rupiah.
Bagi Rendy, menjual mobil adalah satu-satunya jalan agar mimpinya tetap hidup. Langkah berani itu akhirnya terbayar lunas dengan prestasi yang kini menjadi kebanggaan Indonesia.
Baca Juga: Propam Polri Usut Kejadian Polsek Muara Batang Gadis, Dalami Dugaan Kelalaian Prosedur Tahanan
Perjalanan Rendy menuju SEA Games 2025 tidak instan. Sejak awal, ia dikenal sebagai atlet yang tekun dan disiplin berlatih.
Dari lintasan-lintasan lokal di Kediri hingga arena internasional, Rendy terus menempa kemampuan dan mental bertandingnya.
Di nomor Cross Country Eliminator, Rendy menunjukkan ketahanan fisik dan kecerdikan strategi.
Baca Juga: Benarkah Guru PPPK Bisa Mengajar di Sekolah Swasta? Simak Penjelasan Lengkapnya
Sementara di nomor Mountain Bike Downhill, ia memacu adrenalin dengan kecepatan tinggi di lintasan ekstrem, menaklukkan rintangan demi rintangan hingga akhirnya memastikan tempat di podium.
“Saya hanya ingin membuktikan bahwa atlet dari daerah juga bisa bersaing dan berprestasi,” kata Rendy.
Prestasi ini disambut bangga oleh masyarakat Kediri dan Jawa Timur. Rendy menjadi simbol bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi, selama ada keberanian untuk berkorban dan tekad untuk berjuang.
Baca Juga: Harga Pangan Dipermainkan, Amran Sulaiman Siap Sikat Pedagang Nakal Saat Natal dan Tahun Baru
Kisah Rendy Varera Sanjaya juga menjadi pengingat bahwa di balik setiap prestasi besar, selalu ada pengorbanan yang tidak terlihat.
Dari desa kecil di Kediri, Rendy kini berdiri sejajar dengan atlet terbaik Asia Tenggara, membawa pulang medali sekaligus inspirasi bagi generasi muda Indonesia.***




