POJOKSATU.ID - Indonesia resmi tercatat sebagai pusat penipuan lowongan kerja di kawasan Asia Pasifik berdasarkan laporan terbaru SEEK, induk perusahaan Jobstreet dan JobsDB.
Dalam laporan yang menghimpun data periode Juli 2024 hingga Juni 2025, angka penipuan lowongan kerja di Indonesia disebut paling tinggi dibanding negara lain di kawasan tersebut.
SEEK mengungkap bahwa 38 persen dari seluruh skema job scam yang terjadi di Asia Pasifik berasal dari Indonesia.
Angka ini sekaligus mencerminkan besarnya aktivitas penipuan yang mengatasnamakan lowongan pekerjaan di tanah air.
Tak hanya itu, kontribusi Indonesia mencapai 62 persen dari total penipuan kerja di Asia, menjadikannya sebagai negara dengan tingkat risiko tertinggi bagi pencari kerja.
Laporan ini juga menyoroti bahwa pelaku penipuan kerap menyasar kelompok rentan, terutama mereka yang berada di level pemula atau entry-level.
Baca Juga: Tragis! Mobil Damkar Harus Didorong, Bagaimana Jika Api Membesar?
Jenis pekerjaan yang paling sering digunakan sebagai kedok penipuan di antaranya posisi Administrasi dan Office Support.
Bidang manufaktur seperti Transport dan Logistics, serta sektor Retail dan Hospitality yang memang memiliki permintaan tenaga kerja cukup tinggi.
Kenaikan penipuan digital ini tidak lepas dari meningkatnya penggunaan platform rekrutmen daring.
Para penipu memanfaatkan celah teknologi, mulai dari iklan lowongan palsu hingga modus penawaran kerja dengan gaji tinggi tanpa proses seleksi yang jelas.
Baca Juga: Belum Lolos Magang Batch 2? Batch 3 Kemnaker Resmi Dibuka, Buruan Daftar Mulai 4 Desember 2025
Banyak korban mengaku diminta membayar biaya administrasi, pelatihan, hingga pembelian seragam, sebelum akhirnya mengetahui bahwa lowongan tersebut tidak pernah ada.
SEEK menyebutkan, pola job scam di Indonesia memiliki variasi lebih kompleks dibanding negara lain.
Pelaku biasanya menciptakan identitas perusahaan palsu lengkap dengan profil media sosial, nomor kontak, hingga alamat fiktif.
Baca Juga: Berapa Gaji Pensiunan Golongan I–IV Desember 2025? Ini Rincian Lengkapnya Berdasarkan PP 8/2024
Beberapa di antaranya bahkan memakai nama perusahaan besar untuk meyakinkan korban.
Di balik tingginya angka penipuan ini, para pencari kerja di Indonesia kerap berada dalam situasi ekonomi yang mendesak, sehingga mudah tergiur dengan tawaran kerja cepat tanpa syarat ketat.
Kondisi inilah yang dimanfaatkan penipu untuk memperluas jangkauan aksinya.
Pakar keamanan siber menilai bahwa meningkatnya penipuan lowongan kerja perlu direspons dengan edukasi publik yang lebih masif.
Baca Juga: Kacau! Sopir Salah Manuver, Ambulans Terbalik di Jalan Purworejo Yogyakarta
Pemerintah, platform rekrutmen, dan perusahaan diminta memperkuat sistem verifikasi untuk mencegah informasi palsu masuk ke ruang publik.
Selain itu, pencari kerja diimbau selalu mengecek ulang setiap tawaran kerja, termasuk memastikan legalitas perusahaan, proses rekrutmen yang masuk akal, serta tidak memberikan uang dalam bentuk apa pun.
SEEK juga menegaskan komitmennya dalam memerangi job scam melalui peningkatan keamanan platform dan kerja sama dengan aparat penegak hukum.
Mereka berharap laporan ini menjadi peringatan bagi pengguna internet agar lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja yang tidak wajar.
Baca Juga: PP 8/2024 Tidak Cabut Tunjangan Anak, Tapi Ada Syarat Penting yang Harus Dipenuhi, Apa Itu?
Dengan status Indonesia sebagai pusat penipuan lowongan kerja di Asia Pasifik, kewaspadaan publik perlu ditingkatkan.
Upaya bersama dari semua pihak sangat penting agar pencari kerja tidak lagi menjadi korban penipuan yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.***




