POJOKSATU.id, JAKARTA— Nama Anies Baswedan dan si Doel Rano Karno mencuat di Pilkada Jakarta 2024 menjelang detik-detik pendaftaran ke KPU DKI Jakarta yang akan dibuka 27-29 Agustus nanti.

Nama Rano Karno atau Si Doel Anak Betawi mencuat belakangan ini usai Nasdem dan PKS meninggalkan Anies Baswedan. Sementara perahu tersisanya hanya PDIP dan PKB.

Kedua Partai ini harus berkoalisi agar bisa mengusung Anies-Rano Karno. Jika PDIP saja tidak bisa. Banteng Moncong Putih masih kekurangan 6 kursi untuk mengusung calon sendiri.

Untuk mengusung calon gubernur dan wagub minimal butuh 21 kursi DPRD. PDIP memiliki 15 kursi, sementara PKB mendapat 10 kursi di DPRD Jakarta di Pemilu Legislatif lalu.

Diketahui, Rano Karno merupakan kader PDIP. Rano Karno juga mantan wakil gubernur Banten dan juga mantan Wakil Bupati Tangerang.

Baca Juga: Jokowi Tak Lagi Umumkan Kenaikan Gaji PNS di 2025, Semua Ketentuannya Sudah Tergantung Prabowo

Mencuatnya duet Anies-Rano Karno disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat berada di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2024).

Hasto mengatakan, usulan tersebut muncul dari loyalis partai PDIP, akar rumput, khususnya di wilayah DKI Jakarta.

"Ya itu ada aspirasi misalnya dari akar rumput untuk Mas Anies dan Si Doel Anak Betawi, Mas Rano Karno. Ya itu merupakan ekspresi dari arus bawah," ujarnya.

Baca Juga: Jalan Santai Bergaya Kostum Sejarah dan Karaoke Warga Saladara Meriahkan HUT RI ke-79

Namun demikian, Hasto menegaskan PDIP belum memberikan jawaban atas usulan tersebut.

PDIP juga memiliki disiplin partai di mana kandidat yang diusung pada pilkada akan diputuskan oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

PDIP masih melihat dan mencermati pergerakan rakyat dan suara arus bawah serta suasana kebatinan terkait duet Anies Baswedan- Rano Karno ini.***