POJOKSATU.id - Kematian mahasiswa perhotelan Aldi Nababan atau Aldi Sahilatua Nababan dinilai banyak kejanggalan.

Kasus kematian Aldi Nabanan pun viral setelah kisahnya diunggah oleh kakaknya melalui media sosial.

Dugaan awal, Aldi Nababan tewas karena melakukan bunuh diri.

Baca Juga: Barang Bukti Kasus Ketua KPK Firli Bahuri : Dokumen Valas Rp 7,4 M, 21 Telepon Seluler dan 17 Akun Email

Hal itu didasarkan pada penemuan jenazah korban yang saat itu ditemukan dalam kondisi tergantung.

Penemuan jenazah mahasiswa Elizabeth International Hotel & Business School itu kali pertama diketahui oleh pemilik kos, I Nyoman Risup Artana (43).

Aldi menghuni kamar kos nomor 10 di Jalan Bypass Ngurah Rai, Benoa, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Baca Juga: Sejarah 'Bogang' antara Jokowi, Ganjar dan Megawati

Aldi Nabanan ditemukan tewas pada Sabtu 18 November 2023 sekitar pukul 08.30.

Awalnya, pemilik kos yang tengah mengepel lantai di depan kamar kos Aldi, mencium bau busuk yang menyengat.

Selain itu, ia melihat ada banyak lalat hijau di sekitar pintu dan jendela kamar yang ditempati korban.

Baca Juga: Ini Tanggapan Ketua KPK Firli Bahuri Lewat Pengacaranya Usai Ditetapkan Tersangka Pemerasan SYL

Saat pintu diketuk, ternyata tak ada jawaban dari dalam kamar.

Risup Artana dibuat kaget setelah melihat ada darah yang mengalir dari bawah pintu kamar kos tersebut.

Peristiwa tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Kuta Selatan yang langsung datang ke lokasi.

Kamar kos baru bisa dibuka setelah meminta bantuan membuka pintu yang terkunci dari dalam itu.

Baca Juga: Akibat Perubahan Iklim Ratusan Rumah di Karawang Terancam Tenggelam, Belajar dari Kejadian 2022

Berdasarkan informasi dari sumber internal Polsek Kuta Selatan, diduga Aldi Nababan atau Aldi Sahilatua Nababan bunuh diri.

Sumber itu juga menyebut bahwa korban saat itu mengenakan kaos dan celana jeans pendek.

Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tergantung menyandar pada pintu kamar.

Baca Juga: Biaya Haji 2024 Rp 93,4 Juta per Jemaah, Disetujui Panja Komisi VIII DPR dan Kemenag serta Garuda Indonesia

Mata Aldi saat itu juga dalam kondisi terbuka dengan lidah menjulur keluar.

Selain itu juga ditemukan ada darah keluar dari hidung.

Sementara kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan sehingga menimbulkan bau busuk menyengat.

Baca Juga: Ketua KPK Firli Bahuri Ditetapkan Tersangka Pemerasan Syahrul Yasin Limpo, Beraksi Sejak 2021 hingga 2023

Akan tetapi kaki Aldi Nababan saat itu tidak menggantung.

Sebaliknya, kedua kaki korban dalam kondisi menekuk dan menyentuh lantai.

Baca Juga: Narasi yang Disampaikan Ganjar dan Mahfud ke Publik akan Dievaluasi PPP dan PDIP

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Losa Lusiano Araujo membeberkan, saat itu penyidik hendak melakukan otopsi jenazah korban.

Akan tetapi hal itu ditolak oleh pihak keluarga yang hanya mengizinkan untuk melakukan penyuntikan formalin saja.

Itu lantaran keluarga ingin secepatnya membawa jenazah Aldi Nabanan untuk dikebumikan.

Baca Juga: Mantan Kepala BIN Prediksi Prabowo-Gibran Menang, Ini Tanggapan Kubu Ganjar-Mahfud

Untuk itu, pihak keluarga membuat surat pernyataan terkait hal tersebut.

"Juga orang tua korban siap menerima segala bentuk konsekuensi yang akan timbul di kemudian hari," ungkap Losa.

Akan tetapi sesampainya jenazah korban di Medan, pihak keluarga tiba-tiba mencabut surat pernyataan yang sudah dibuat dan ditandatangani tersebut.

Baca Juga: Usai Hadiri Jamuan Kenegaraan di Istana Buckingham, BLACKPINK Terima Penghargaan dari Raja Charles III

Orang tua korban juga meminta dilakukan otopsi jenazah korban di RS Bhayangkara Medan.

"Saat jenazah korban sampai di Medan, orang tua korban mencabut surat pernyataan penolakan otopsi jenazah korban yang sebelumnya dibuat," bebernya.

Saat ini, penyidik Polresta Denpasar tengah berkoordinasi dengan tim dokter RS Bhayangkara Medan.

Baca Juga: 9 Wakil Indonesia Berjuang di Babak Kedua China Masters 2023 Kamis 23 November, Ini Lawan-lawannya

"Saat ini kami masih berkoordinasi dengan tim dokter forensik RS Bhayangkara Medan menunggu hasil pemeriksaan otopsi," kata dia.

Selain itu pihaknya juga melakukan pemeriksaan tambahan yakni pemeriksaan toksikologi dan patologi.***