POJOKSATU.ID - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem.

Mualem mengungkapkan bahwa dirinya menerima laporan mengenai dugaan hilangnya 80 ton bantuan logistik di wilayah tengah Aceh, tepatnya di Kabupaten Bener Meriah.

Laporan tersebut disampaikan kepadanya pada Rabu malam saat berada di Banda Aceh, dan langsung menjadi sorotan karena jumlah bantuan yang dilaporkan hilang dianggap tidak sedikit.

Baca Juga: Begini Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan untuk Asisten Rumah Tangga! Mudah dan Bisa Lewat HP

Dalam konferensi pers usai penetapan perpanjangan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh, Mualem menegaskan bahwa informasi tersebut masih berupa kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Ia menyebut laporan itu sebagai berita burung yang harus diverifikasi lebih dulu sebelum disimpulkan.

“Saya dengar ada kabar 80 ton hilang entah ke mana. Tapi itu baru berita tidak valid. Semua bantuan kita turunkan di Bener Meriah,” ujar Mualem menepis asumsi publik. Dilansir dari republikaonline

Baca Juga: TP Indonesia Luncurkan TPai FAB, Dorong Operasi Cerdas Berbasis AI dan Keahlian Manusia

Sekaligus memastikan pemerintah tidak gegabah menanggapi laporan yang belum terverifikasi.

Meski demikian, Mualem menegaskan bahwa pemerintah Aceh tidak akan membiarkan isu tersebut berlalu begitu saja.

Ia menyebut pihaknya akan menggandeng TNI dan Polri untuk menelusuri kebenaran laporan tersebut secara menyeluruh.

Baca Juga: Horor di SD Cilincing! Mobil Program Pemerintah Makan Anak Sekolah, 20 Korban Berjatuhan

Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga penting untuk memastikan distribusi bantuan berjalan sesuai prosedur dan tidak terjadi penyimpangan di lapangan.

“Kita cek dulu apa betul atau tidak. Yang baru dengar berita burung tidak bisa kita percayakan. Nanti kita akan pastikan bersama Pangdam dan pihak kepolisian apakah informasi itu benar,” tegasnya.

Mualem juga menyinggung soal proses distribusi bantuan yang telah dilakukan untuk wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Baca Juga: Apa Itu JHT BPJS Ketenagakerjaan? Begini Syarat Pencairan dari 10 hingga 100 Persen

Ia mengklaim bahwa pihaknya sudah menyalurkan seluruh bantuan secara maksimal.

Namun, ia mengakui masih muncul kekhawatiran mengenai distribusi di lapangan apakah bantuan benar-benar tiba kepada warga yang membutuhkan atau justru terhambat oleh pihak-pihak tertentu.

“Kalau kita lihat, kita sudah berusaha maksimal. Tapi soal tepat sasaran atau tidak, itu bergantung situasi di lapangan,” tambah Mualem memberi catatan bahwa distribusi bantuan dalam kondisi bencana memang rentan menghadapi kendala teknis maupun non-teknis.

Baca Juga: Tips Liburan Tetap Seru Meski Musim Hujan Mulai Turun

Isu hilangnya 80 ton bantuan ini dengan cepat merebak di masyarakat dan media sosial.

Banyak warga mempertanyakan bagaimana logistik sebesar itu bisa luput dari pantauan, sementara di sisi lain masih banyak penyintas bencana yang mengaku kekurangan suplai.

Pernyataan Gubernur Aceh menjadi penegasan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap dugaan penyimpangan distribusi bantuan.

Baca Juga: Panik dan Jeritan Pecah! Mobil MBG Nyelonong ke SDN 01 Cilincing, Tabrak Siswa Saat Belajar di Lapangan

Kini, publik menanti langkah konkret dari tim gabungan untuk mengungkap apakah laporan tersebut benar adanya atau sekadar informasi yang dibesar-besarkan.***