POJOKSATU.ID- Dua orang ibu rumah tangga di Condet menjadi korban penipuan investasi bodong dengan modus bisnis katering dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah melapor ke Polres Jakarta Timur, Jumat (29/12/2023).

Laporan dua korban ini telah di terima oleh penyidik Polres Jakarta Timur dengan nomor laporan LP/B/3795/XII/2023/SPKT dan LP/B/3794/SPKT.

Korban bernama Liana Sari dan Uyuni Hastuti yang mengalami kerugian hampir  Rp150 juta.

Baca Juga: Inilah 10 Daftar Nama Caleg DPRD Kabupaten Purwakarta Dapil 4 Raih Suara Terbanyak pada Simulasi Pemilu 2024

Modus pelaku bernama Raden Siti Latifah (RSL) mecatut nama lembaga pemerintahan dan menjanjikan kepada korban ratusan juta rupiah.

"Modus  pelaku menawarkan kepada para korban menjual nama lembaga negara seperti BKN, BPKP, dan Telkom," kata kuasa hukum korban Rio Saputro kepada wartawan, Senin (1/1/2024).

Bisnis katering yang dimulai pada bulan Mei 2023 itu lancar selama beberapa bulan kepada para korbannya.

Baca Juga: Resep Zuppa Sup, Lezatnya Aroma Italia di Setiap Sendok

Kemudian para korban diimingi jika memberikan modal atau berinvestasi dan akan diberikan keuntungan per box Rp. 10.500. Naasnya keuntungan yang dijanjikan tak kunjung diberikan pelaku.

"Modusnya menuhan katering di Pusbang BKN Ciawi dan lainnya yang dibayarkan 2 minggu sekali sejak bulan Mei 2023," ujarnya.

Dua korban juga awalnya tidak menaruh curiga kepada pelaku dengan modus yang dilakukannya.

Pasalnya, anak angkat pelaku memang bekerja menjadi honorer di Pusbang BKN Ciawi, Jawa Barat. Selain itu, pelaku juga merupakan tetangga korban.

Baca Juga: Kabar Gembira! Gaji Guru PPPK 2024 Meningkat 8%, Segini Detail Besaran per-Golongan

"Pelaku itu tetangga sama korban dan sudah lumayan lama tinggal di Condet, anaknya juga memang kerja di BKN Ciawi," ujar Rio.

Rio menjelaskan, terkuaknya penipuan ini diawali dari macetnya pembayaran kepada korban. Setelah di cek oleh para korban ke BKN Ciawi, ternyata bisnis katering tersebut tidak ada.

"Kebetulan juga salah satu korban ini suaminya wartawan di media online, dia pakai jaringannya untuk cek kesana, dan ternyata fiktif usaha itu," imbuhnya.

Baca Juga: Pendaftaran CPNS 2024 Segera Dibuka, Ada 11 Formasi untuk Lulusan S1, Persiapkan Diri dari Sekarang!

"Tidak ada katering yang dijanjikan oleh pelaku disana. Ditambah lagi ada beberapa orang yang mencari pelaku di rumahnya. Ternyata mereka juga korban dengan modus yang sama, ” sambungnya ***