POJOKSATU.id, JAKARTA—Iptu Zakaria, anggota Jatanras Polda Metro Jaya mengunggah detik-detik penangkapan tersangka C alias Ken, pelaku pembunuhan dan penculikan Kacab BRI Cempaka Putih.

Ken saat ditangkap terlihat memiliki banyak tato. Polisi juga menemukan banyak rambut palsu atau wig di rumah tersangka pembunuh Muhammad Ilham Pradipta ini.

C alias Ken ditangkap jajaran Polda Metro Jaya di kediamannya di Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Minggu (24/8/2025) sekitar pukul 15.20 WIB.

Baca Juga: Tionghoa Sholehah

Video penangkapannya diunggah akun YouTube Jacklyn Choppers is Back, Selasa (26/8/2025). Iptu Zakaria juga mengunggah penangkapan ini di akun Instagramnya @jacklyn_chopper, Rabu dinihari.

“Penangkapan C alias Ken, salah satu otak pelaku (aktor intelektual) tewasnya kepala cabang Bank BRI Cempaka Putih. Ditangkap di PIK oleh Jatanras Polda Metro Jaya,” ungkap Iptu Zakaria di judul video unggahan itu.

Zakaria juga menambakan, C alias Ken bersama 3 aktor atau dalang lainnya yang merencanakan penculikan dan pembunuhan terhadap Kepala Cabang BRI Cempaka Putih Muhammad Ilham Pradipta, yang jasadnya di buang di Serang Baru Bekasi.

Baca Juga: Terbaru, Polda Metro Dalami Peran 15 Orang yang Ditangkap Terkait Pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih

Penyidik PMJ yang melakukan penangkapan terlihat melakukan introgasi kepada Ken.

Amankan 15 Orang Pelaku

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam dalam jumpa pers, Selasa sore (26/8) menyampaikan, 15 orang telah ditangkap terkait kasus pembunuhan Kacab BRI.

"Ada 15 orang yang diamankan," kata Ade Ary dalam keterangannya.

Menurut penjelasannya, sembilan orang ditangkap oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, sedangkan enam lainnya diringkus Subdit Resmob.

Ia menuturkan, pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman terhadap belasan orang yang ditangkap tersebut.

"Pemeriksaan itu dilakukan secara hati-hati, mendalam, menunjukkan barang bukti, mencocokkan setelah orang yang diamankan si A misalkan dicocokkan dengan keterangannya B, dicocokkan dengan keterangan C, dan lain sebagainya," ujarnya.

“Sehingga nanti bisa disimpulkan dari 15 ini perannya masing-masing apa, berapa orang yang ditetapkan sebagai tersangka, atau kemungkinan lainnya bagaimana, ini masih dikembangkan," ungkapnya lagi.***