POJOKSATU.ID – Kasus penganiayaan yang didalangi dokter koas Universitas Sriwijaya (Unsri) Lady Aurellia Pramesti kian memanas.
Dalam hal ini, orang tua Lady Aurellia Pramesti yang menjabat sebagai Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat (Kalbar) juga ikut terseret.
Yang mana, publik menyoroti total harta kekayaan orang tua Lady Aurellia Pramesti yang bernama Dedy Mandarsyah.
Bukan main, berdasarkan informasi beredar bahwa total harta kekayaan Dedy Mandarsyah ditaksir nyaris mencapai Rp10 miliar.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @emgininamakuu pada Jumat (12/13/2024).
Dalam unggahannya, aset kekayaan Dendy tengah disorot melalui laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Baca Juga: Peringati Hari Ibu ke-96, KB WCP dan Kemen PPPA Gelar Anjangsana ke Tokoh Pejuang Perempuan
Yang mana, beragam aset milik Kepala BPJN Kalbar ini ditaksir mencapai Rp9 miliar pada 2023.
Salah satunya, terdapat pada kolom kas dan setara kas yang mencapai kurang lebih Rp6,7 miliar pada tahun yang sama.
Kendati demikian, banyak publik menduga bahwa harta kekayaan Dedy tidak sepenuhnya dilaporkan ke LHKPN.
“Pantesan berani melakukan pemukulan, ternyata bapaknya Dedy Mandarsyah (Kepala BPJN Kalbar). LHKPN eselon II cukup diluar nalar ya,” jelasnya.
“Deddy Mandarsyah bokapnya si anak mamih, anak koas FK itu kayanya LHKPNnya ga ngisi semuanya deh,” cuit @iamnicholasms.
Tidak heran, banyak publik turut mencecar sosok Dedy lantaran putrinya disinyalir telah bertindak amoral.
Baca Juga: Rokhmin Dahuri Minta Praktik Ijon Petambak Garam Dihentikan
Seperti diketahui, kasus ini berawal ketika senior Lady yang saat itu menjabat sebagai ketua koas membuat rencana jadal piket untuk timnya.
Yang mana, diskusi antar dokter koas Unsri inu membuat kesepakatan perihal jadwal piket pada malam hari.
Namun, anak kandung Dedy selaku junior dokter koas Unsri justru tidak mengindahkan kesepakatan arahan dari ketuanya, Luthfi.
Berdasarkan informasi beredar, dirinya enggan menjalani tugas dengan jadwal piket yang telah disepakati pada malam hari.
Alhasil, Lady yang tidak terima ini sontak melaporkan tindakan seniornya terkait jadwal piket tersebut kepada orang tuanya.
Tidak lama setelahnya, ketua dokter koas Unsri ini dipanggil oleh istri Dedy di salah satu restoran kawasan Palembang, Sumatera Selatan.
Baca Juga: Pramono Anung Mulus Gubernur Jakarta, Ini Pesan Penting ke Kang Emil Usai Tak Ada Gugatan ke MK
Saat bertemu, keduanya sempat membawa alur pembahasan terkait jadwal piket yang telah ditetapkan pada malam hari.
“Lady ini kemudian lapor ke mamanya dan ketua koas Luthfi dipanggil oleh mamanya lady ke restoran terkait jadwal jaga,” jelas dikutip Pojoksatu.id dari akun X milik @satria_gigin.
Namun, pembicaraan antara Luthfi dengan istri Kepala BPJN Kalbar ini justru berujung tidak menyenangkan.
Baca Juga: Polda Sumut Panggil Bupati Madina, 3 Kali Diperiksa Kasus PPPK Tahun 2023
Yang mana, ketua dokter koas ini dianiaya hingga babak belur oleh salah satu pengawal orang tua Lady.
Sebab, orang tua Lady ini ditaksir tidak senang dengan gaya pembicaraan dan keputusan Luthfi terkait jadwal piket yang dikenakan terhadap anaknya.
“Udah dijelaskan oleh koasnya tapi justru dihajar sama anak buahnya mama lady yang baju merah,” terangnya. ***



