POJOKSATU.ID - Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan instruksi nasional untuk mengalihkan infak Jumat dari seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan takmir masjid.
Sebagai bentuk respons cepat terhadap bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan sejumlah daerah lain.
Keputusan ini dikeluarkan menyusul meningkatnya kebutuhan darurat warga yang terdampak bencana besar beberapa hari terakhir. Dilansir dari Instagram @bushcoo
Baca Juga: TNI–BPBD Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Banjir Karawang
Instruksi tersebut sejalan dengan ketentuan resmi Muhammadiyah mengenai pemanfaatan dana infak Jumat yang dapat disalurkan bagi kebutuhan mendesak saat terjadi bencana nasional.
Dalam keterangan resminya, Muhammadiyah menegaskan bahwa masjid-masjid di lingkungan persyarikatan memiliki posisi strategis sebagai pusat solidaritas, tempat mobilisasi bantuan, dan wadah untuk menguatkan kepedulian sosial umat.
Dengan jaringan lebih dari 12.000 masjid Muhammadiyah di seluruh Indonesia, seruan ini diproyeksikan dapat menghimpun dukungan luas dari berbagai daerah.
Baca Juga: Fakta Baru Soal Terra Drone Ternyata Pernah Garap Pemetaan Sawit di Sumatera
Kekuatan jaringan masjid yang besar dan tersebar dari kota hingga pelosok desa dinilai mampu mempercepat penyaluran bantuan bagi masyarakat yang sedang menghadapi krisis.
Muhammadiyah juga mengajak seluruh jemaah, relawan, serta unit AUM untuk mengambil peran aktif dalam upaya membantu korban bencana tanpa memandang latar belakang wilayah ataupun kelompok.
Semangat gotong royong, menurut Muhammadiyah, menjadi kunci dalam pemulihan situasi yang kini melumpuhkan ribuan warga yang kehilangan rumah, harta benda, dan akses logistik.
Melalui instruksi ini, AUM mulai dari sekolah, kampus, lembaga kesehatan, hingga organisasi pemuda didorong untuk bekerja kolaboratif bersama Lazismu dan relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).
Dalam mengirimkan bantuan darurat berupa makanan siap saji, air bersih, pakaian, perlengkapan anak, hingga layanan kesehatan.
Takmir masjid diminta untuk mengumumkan kepada jamaah bahwa infak Jumat pada periode ini diprioritaskan untuk membantu korban bencana.
Baca Juga: Ribuan Guru Lulus PPG tapi NRG Tak Kunjung Terbit! Ini Akar Masalahnya
Transparansi pengelolaan dana juga menjadi perhatian Muhammadiyah agar donasi yang terkumpul dapat tepat sasaran dan segera disalurkan kepada mereka yang paling membutuhkan.
Sementara itu, MDMC sudah mengirimkan tim respon cepat ke sejumlah titik terdampak, terutama di Aceh dan Sumatera Barat yang mengalami kerusakan parah akibat banjir dan longsor.
Selain evakuasi warga, tim terus mendata kebutuhan mendesak seperti permakanan, tenda, obat-obatan, serta layanan konsultasi psikososial bagi anak-anak.
Instruksi pengalihan infak ini juga disambut positif oleh berbagai kalangan.
Banyak jamaah menilai kebijakan Muhammadiyah ini menjadi pengingat bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kemanusiaan yang hidup dan hadir bagi mereka yang membutuhkan.
Dengan gerak cepat ini, Muhammadiyah berharap dukungan masyarakat dapat tersalurkan tepat waktu di tengah kondisi darurat yang masih berlangsung.
Baca Juga: Bunda PAUD Banten Tinjau PAUD Melati, Tegaskan Pentingnya Anak Belajar dengan Bahagia
Upaya bersama tersebut diharapkan membantu mempercepat pemulihan para korban dan meringankan beban warga yang tengah berjuang memulai kembali kehidupan mereka.***




