POJOKSATU.ID – Inilah tampang Haryati, salah satu guru SD Swasta Abdi Sukma di Medan, Sumatera Utara.

Seperti diketahui, belum lama ini publik tengah dihebohkan dengan tindak arogan Haryati terhadap siswanya.

Yang mana, dirinya memberi hukuman kepada salah satu siswa berinisial MA (10) dengan duduk di lantai seorang diri.

Baca Juga: Kekurangan Anggaran Makan Bergizi Gratis Pakai Uang Pribadi Prabowo, Senator Filep: Menyimpang dari Undang-Undang

Bukan main, hal ini dilakukan Haryati lantaran siswa SD Swasta Abdi Sukma ini tidak mampu membayar biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platfrom X milik @TukangBedah00 pada Senin (13/1/2025).

Dalam unggahannya, hartati dikonfimrasi merupakan oknum guru yang telah bertindak amoral kepada muridnya.

Baca Juga: Rp71 Triliun cuma sampai Juni 2025, Ketua DPD RI Usul Program Makan Bergizi Gratis Melalui ZIS, Masyarakat Bisa Berpartisipasi

Sebab, Hartati yang memberi hukum ini lantaran muridnya diketahui tertunggak biaya SPP selama tiga bulan.

Yang mana, biaya tersebut terakumulasi membengkak sebesar Rp180 ribu dari iuran Rp60ribu per bulannya.

“Sosok Bu Haryati, Guru SD Swasta Abdi Sukma yang nyuruh murid duduk di lantai gara-gara nunggak SPP cuma Rp180 ribu,” jelas di-caption.

Baca Juga: Cinta di Masa Remaja: Rekomendasi Series untuk Kawula Muda, Tayang di Prime Video!

“Bayar sekolah urusan orang tua, kok anak kecil dipermalukan di antara temennya,” lanjut cuitan akun.

Seperti diketahui, kasus ini semapt viral di media sosial usai orang tua murid melihat Kondisi anaknya di sekolah.

Yang mana, orang tua murid bernama Kamelia (38) mendapati bahwa buah hatinya tengah dihukum dengan cara duduk di lantai.

Baca Juga: Kluivert Akan Evaluasi Lebih Dalam PEMAIN LOKAL, Akui Suka Marselino, Janji Padukan Tim yang Saling Percaya dengan Pemain DIASPORA

“Ini loh Buk, dia mau pigi sekolah dia nangis, dia bilang ‘mamak, aku malu duduk di bawah’ di mana sih perasaan Ibu,” ucap Kamelia.

“Saya tidak menyalahkan Ibu, saya menyalahkan bahwa Ibu telah menganggap anak saya macam binatang,” lanjutnya yang dikutip dari portal Pojoksatu.id. ***