POJOKSATU.id– Operasi tangkap tangan KPK di Madiun tak hanya menyeret nama Wali Kota Maidi ke meja pemeriksaan.
Tetapi juga membuka kembali pembahasan soal kekayaannya yang selama ini tercatat cukup besar dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Publik kini menyoroti bagaimana perjalanan seorang guru Geografi yang merangkak naik menjadi wali kota mampu mengumpulkan aset hingga mendekati Rp 13 miliar.
Baca Juga: Profil Maidi, Wali Kota Berprestasi dengan Jam Kerja Ekstra Panjang Kini Dibawa KPK ke Jakarta
Menurut rekap LHKPN yang dipublikasikan sejumlah media nasional saat Pilkada 2024, total kekayaan Maidi mencapai Rp 12,9 miliar.
Angka itu menempatkannya di jajaran kepala daerah dengan aset cukup besar di Jawa Timur.
Yang paling mencolok adalah kepemilikan 19 bidang tanah dan bangunan di Madiun, Magetan, hingga Ngawi, dengan nilai estimasi lebih dari Rp 16 miliar.
Baca Juga: Putusan MK Tegaskan Perlindungan Pers, Wartawan Tak Bisa Langsung Dipidana atas Karya Jurnalistik
Properti tersebut menjadi komponen terbesar dalam portofolio kekayaannya.
Selain itu, Maidi dilaporkan memiliki beberapa kendaraan bermotor dengan nilai total sekitar Rp 667 juta.
Harta bergerak lain senilai sekitar Rp 95 juta, serta kas dan setara kas mencapai Rp 3,3 miliar.
Struktur kekayaannya menunjukkan bahwa Maidi selama ini cukup dominan berinvestasi di sektor properti.
Hal yang memang lazim dilakukan pejabat daerah yang telah lama berkecimpung di birokrasi.
Semua catatan kekayaan ini kembali menjadi pembahasan setelah KPK menyatakan bahwa Maidi termasuk dalam sembilan orang yang dibawa ke Jakarta usai operasi penyelidikan tertutup pada Senin (19/1/2026).
OTT itu sendiri mengamankan total lima belas orang di Madiun, sebelum sebagian di antaranya diterbangkan ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Heboh OTT di Kota Pecel! Jejak Operasi Senyap KPK yang Diduga Tangkap Wali Kota Madiun
Hingga kini, KPK belum membeberkan detail perkara.
Lembaga antirasuah itu hanya memastikan bahwa proses penyelidikan masih berjalan dan status hukum Maidi menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
Namun fakta bahwa jumlah dan struktur kekayaannya cukup besar membuat publik semakin ingin mengetahui konteks lengkap operasi ini.
Baca Juga: Profil Maidi, Wali Kota Berprestasi dengan Jam Kerja Ekstra Panjang Kini Dibawa KPK ke Jakarta
Keberadaan aset miliaran rupiah itu kini menempatkan Maidi dalam sorotan yang berbeda.
Apa yang semula hanya sebuah catatan administratif LHKPN, kini menjadi salah satu aspek yang paling diperhatikan publik menyusul OTT yang mengguncang Madiun.***




