POJOKSATU.id - Aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026), berujung pada pertemuan langsung antara perwakilan mahasiswa dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden.
Pertemuan tersebut menjadi perhatian publik karena tidak hanya menghadirkan dialog langsung dengan Wakil Presiden, tetapi juga memunculkan tenggat waktu yang diberikan mahasiswa kepada pemerintah untuk merespons berbagai tuntutan yang mereka sampaikan.
Berdasarkan dokumentasi yang beredar, tampak sejumlah mahasiswa mengenakan almamater merah dan biru duduk berhadapan dengan Gibran dalam suasana diskusi yang berlangsung cukup serius.
Baca Juga: 3 Pejabat Digeruduk Saat Diskusi di UGM, Sudaryono Bantah Kabur dan Ungkap Ada Pelemparan Air
Dalam salah satu momen, Gibran terlihat berdiri sambil membuka dan mempelajari dokumen yang dibawa mahasiswa.
Dua mahasiswa tampak menjelaskan isi dokumen tersebut secara langsung di hadapan Wakil Presiden.
Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5x24 Jam
Salah satu poin yang menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut adalah keputusan mahasiswa memberikan tenggat waktu selama 5x24 jam kepada pemerintah untuk merespons berbagai tuntutan yang mereka ajukan.
Perwakilan mahasiswa menyampaikan bahwa hasil pertemuan dengan Wakil Presiden tidak berhenti pada dialog semata, tetapi juga diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat.
"Perjuangan kita membuahkan hasil, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima kami, untuk bagaimana memberikan aspirasi-aspirasi kami.
Kami menyampaikan kepada Wakil Presiden untuk membawa tuntutan kami ke Istana," ujar salah satu orator mahasiswa.
Mahasiswa berharap berbagai tuntutan yang telah disampaikan dapat segera mendapat perhatian dan respons dari pemerintah dalam kurun waktu yang telah ditetapkan tersebut.
Namun demikian, pihak Istana Wakil Presiden memberikan penjelasan bahwa tidak terdapat kesepakatan resmi terkait tenggat waktu 5x24 jam yang disampaikan mahasiswa.
"Kami dalam posisi hanya untuk menerima dan mendengar," kata perwakilan Istana Wapres.
Isi Tuntutan Mahasiswa kepada Gibran
Mahasiswa yang hadir dari sejumlah kampus, di antaranya Universitas Bung Karno dan Universitas M.H. Thamrin, menyampaikan kajian serta tuntutan secara langsung kepada Wakil Presiden.
Terdapat tiga poin utama yang menjadi fokus aspirasi mahasiswa dalam dialog tersebut.
Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Mahasiswa meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: 5 Cara Mudah Pesan Tiket Kereta Jogja Bandung Online
Mereka menilai program tersebut perlu ditinjau kembali agar pelaksanaannya tepat sasaran, efektif, dan benar-benar memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat yang membutuhkan.
Revisi UU Polri
Poin berikutnya adalah desakan agar pemerintah melakukan legislative review atau peninjauan terhadap Undang-Undang Kepolisian (UU Polri).
Mahasiswa menyampaikan berbagai kajian yang telah mereka susun terkait pentingnya evaluasi regulasi tersebut sebagai bagian dari penguatan demokrasi dan pengawasan terhadap institusi negara.
Perbaikan Kondisi Ekonomi
Selain isu MBG dan UU Polri, mahasiswa juga menyoroti kondisi ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Mereka menyampaikan berbagai aspirasi terkait daya beli masyarakat, kebutuhan pokok, hingga berbagai tantangan ekonomi yang dinilai masih menjadi perhatian publik.
Respons dan Tanggapan Wapres Gibran
Dalam dialog tersebut, Gibran disebut menerima dan mendengarkan seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa.
Mencatat Aspirasi Mahasiswa
Perwakilan mahasiswa mengungkapkan bahwa Gibran mencatat berbagai poin tuntutan secara rinci dalam buku kecil yang dibawanya selama pertemuan berlangsung.
Baca Juga: Memahami Perbedaan Big Bike dan Motor Biasa, Kunci Berkendara Lebih Aman
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk keseriusan dalam menerima berbagai masukan yang disampaikan mahasiswa.
Mengapresiasi Sikap Kritis Mahasiswa
Gibran juga disebut memberikan respons positif terhadap berbagai masukan yang disampaikan mahasiswa.
Menurut mahasiswa yang hadir dalam pertemuan itu, Wakil Presiden mengapresiasi sikap kritis mahasiswa dalam menyampaikan pandangan serta masukan terhadap jalannya pemerintahan.
Baca Juga: PDIP Merasa Difitnah Aliansi BEM Bersatu Terkait Aksi Mahasiswa Marak Menolak Program MBG
Masukan tersebut, menurut Gibran, akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menjalankan berbagai program dan kebijakan ke depan.
Berjanji Menyampaikan ke Presiden
Perwakilan mahasiswa juga menyampaikan bahwa Wakil Presiden berjanji akan meneruskan berbagai aspirasi dan tuntutan yang mereka sampaikan kepada Presiden.
Janji tersebut menjadi salah satu poin penting yang disoroti mahasiswa setelah pertemuan berlangsung.
Pertemuan di Istana Wapres Jadi Sorotan
Sebelumnya, sebanyak 15 mahasiswa dari sejumlah kampus memasuki kompleks Istana Wakil Presiden sekitar pukul 17.19 WIB.
Mereka terlebih dahulu menjalani pemeriksaan keamanan sebelum diperkenankan masuk ke dalam kantor Wakil Presiden.
Pertemuan berlangsung setelah aksi demonstrasi mahasiswa digelar di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Kehadiran mahasiswa di Istana Wapres menjadi kelanjutan dari upaya menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung kepada pemerintah.
Meski belum menghasilkan keputusan konkret, pertemuan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam komunikasi antara mahasiswa dan pemerintah.
Selain menyampaikan tuntutan mengenai MBG, kondisi ekonomi, dan revisi UU Polri, mahasiswa juga menegaskan harapan agar pemerintah memberikan respons dalam tenggat waktu 5x24 jam yang telah mereka sampaikan.
Di sisi lain, pemerintah melalui Istana Wapres menegaskan posisinya sebagai pihak yang menerima dan mendengarkan aspirasi, sementara tindak lanjut terhadap berbagai tuntutan tersebut kini menjadi perhatian publik. ***




